14 August 2014

Excuse me, what?

Malem-malem stumbled upon this article : I Waited Until My Wedding Night To Lose My Virginity And I Wish I Hadn’t. And my reaction was like..... whoa.... whoa..... WHOA. Seriously? Gue ngerasa artikel ini sangat sangat ngga make sense. Like......................... what?

Sebentar biarkan gue ngumpulin akal sehat dulu.

Oke. So cewe ini somehow merasa dari kecil di'cekoki' sebuah teori tentang sex, marriage, God, dan Hell, dan dia hidup sampai gede berdasarkan teori itu, right? Lalu menurut ajaran yang dia dapetin kan katanya kalo dia lose her virginity before marriage dia akan go to hell, dan kalau dia lose it sama suami yang sah terikat secara hukum & agama, maka everything will be ok, right?

Jadi secara logika ketika dia udah married, dia udah SAH dong untuk kehilangan virginity dan ga akan ada orang waras di luar sana yang akan ngecap dia 'soiled and tarnished'? But why the hell did she think that way about herself? Toh lu melakukan itu sama suami lu sendiri kan.... bukan suami orang. Sumpah ga masuk akal banget. Berarti yang salah ya cara pikir dia, bukan cara dia dibesarkan atau bahkan agamanya sendiri.

Gue cuma ga abis pikir aja (meski dia 100% punya hak untuk berpendapat demikian di internet)... ada orang yang udah pacaran 6 tahun sama cowoknya, eventually married sama dia, tapi begitu selepas malam pertama malah merasa dirinya 'hancur' karena keperawanannya udah ilang. What. Terlebih lagi dia seolah-olah mengatakan bahwa cara dia diraised selama ini adalah faktor utama penyebab kehancuran hidup sexual dia after pernikahannya. What?

"Ten-year-old girls want to believe in fairy tales. Take this pledge and God will love you so much and be so proud of you, they told me. If you wait to have sex until marriage, God will bring you a wonderful Christian husband and you’ll get married and live happily ever after, they said. Waiting didn’t give me a happily ever after. Instead, it controlled my identity for over a decade, landed me in therapy, and left me a stranger in my own skin. I was so completely ashamed of my body and my sexuality that it made having sex a demoralizing experience."

Ha.....? Yahhh intinya I feel bad buat cewe ini. Menurut gue nothing's wrong except cara pikir (atau mungkin cara hidup) dia selama ini. Meski nyuruh anak umur 10 th untuk pledge to remain a virgin juga sangat tidak masuk akal sih menurut gue. Gatau apa karena di Indo ga common kali begituan? Yah intinya agama boleh bilang abc, begitu juga orang tua dan guru, tapi eventually kita hidup berdasarkan akal sehat juga kan? Kalo kita hidup sehat secara jasmani dan rohani, ga mungkin lah malam pertama sama suami yang harusnya indah bisa jadi mengerikan dan traumatis begitu. Tsk tsk so yea I feel bad for her.

Ok this is cuma selingan aja, I can't help but to feel extremely swt pas baca artikel di atas. Dudubay and good night! x)

No comments:

Post a Comment

Page views.