11 August 2014

Oh Malaysian + Singaporean, just why?

Jadi mulai Maret tahun ini kan gue nyewain apartemen gue di Kelapa Gading buat holiday rent, recently terjadilah kejadian ini:

Jadi 2 cewe Singapur dan 1 cewe Malay (anak kuliah) dateng liburan ke Jakarta and stayed for 5D4N in my apartment. Di apartment listing description gue, gue tulis:

"Maintain a clean environment inside the apartment is my number one priority. I am very clean and strict about this :] I will ensure you have a clean apartment unit when you check in, so please kindly clean everything back to normal when you check out. Leaving the apartment in a dirty / messy condition might cause a penalty (we will claim your security deposit). Permanent damage / mark on my furniture will definitely resulted in fine."

Lalu pas mereka check in, seperti layaknya ke my other previous guests, gue ingetin lagi soal kebersihan. Lalu mereka nginep blah blah, dan pas mereka pulang gue baru liat bahwa apartemennya ditinggalin dalam keadaan kotor. Terjadilah percakapan ini:



Immediately setelah dia pulang gue submit request buat USD 25 nya via Airbnb, dia bales besokannya nawar dijadiin SGD 25. Awalnya gue tolak, tapi akhirnya gue kasih USD 20 (yang kurang lebih sama kayak SGD 25). Dia ga respon lagi, akhirnya gue whatsapp lagi yang terakhir soal 3x24 jam itu. Akhirnya dia accepted the request. Gue udah ga ngarep dapet review but 3 days after that (on Saturday, 9 Aug) she left me one. Gue ga bisa baca reviewnya until gue drop one for her as well.

Luckily pas gue tulis review buat dia ada temen-temen gue yang nyaranin gue untuk jujur (kasih bintang jelek maksudnya like 3/5 buat cleanliness etc). Awalnya gue udah mau sok baik bak ibu peri kasih mereka bintang 4 dari 5 dan ga ngungkit soal ini, luckily I did what my friends told me karena inilah review mereka buat gue:



Right. You're most welcome. Udah bagus gue cuma kasih fine USD 20, ditulis juga USD 25 - not to mention that 'Beware!!' thing. Harusnya dia tulis "Beware!! Jangan ignorant kaga baca house rules dan act like spoiled brats kayak gue dan temen-temen gue!!" itu baru bener. But it's not a big deal sih, I mean whatever, gue rasa orang lain bisa menilai sendiri. Gue cuma aga muak aja bacanya and if I were them, I'd be grateful dengan cara negur gue yang masih ramah and mungkin gue akan nulis something like "We had some problem bla bla but it has been solved pretty well bla bla." Like c'mon... I did write about how important it is to maintain a clean unit kaaaannnn? Not to mention dari kemarinnya gue super ramah juga sama mereka:



Plus liatlah foto sampah yang gue sapu dari kamar + ruang tamu mereka abis mereka check out:


Right... Of course ini cuma rambut yang jatoh dari kepala mereka pas mereka packing, seperti yang dia bilang ke gue via whatsapp. Of course. No doubt at all.

Hahaha, oh well gue ga ampe kesel banget sih (in fact hampir lupa ngeshare itu disini -> which is pamali -> soalnya ini kan buku diarykuwh -> whatever Cil) haha. Anyway yap seru juga, ini pengalaman pertama gue juga ngadepin beginian, sebelumnya gue selalu ngehost working adults dan mereka selalu ninggalin apartemennya serapi pas gue kasih. I guess that explains.. mungkin si Malaysia + Singapur ini masih muda kali jadi kurang responsibility. Ok, dudubay! x)

No comments:

Post a Comment

Page views.