06 January 2015

Insiden di awal tahun.

Sekedar ingin berbagi pengalaman dan thoughts: hari Minggu 4 Dec sore menuju malam gue beli minuman X di tempat ABC (well known place, perusahaan dominan yang terkenal di Indonesia, kalian semua ga terkecuali pasti tau tempat ini). Singkat cerita setelah minum sampe hampir abis, tiba-tiba ada laler gede banget ngambang di minuman gue (pas beli ga keliatan karena laler itu ngambangnya di permukaan, begitu minum udah mau abis baru lalernya ikutan turun sesuai permukaan air).

Gue males go into detail karena percayalah, it was nasty, intinya gue kemakan (as in gue kunyah and telen) sesuatu dari laler itu makanya gue bisa sadar ada yang aneh dengan minuman gue dan kepikiran buat ngecek. Jantung gue rasanya kayak dilempar dari atap gedung dan jatoh di comberan pas gue liat ternyata ada laler mati lagi ngambang di dalem.... Fml kan.

Lalu gue dan sang pacar komplain ke counter penjualnya, only to feel more upset and angry karena pihak ABC ga ada itikat baik apa-apa, cuma minta maaf dengan diselingi kata "tapi", "tapi", dan "tapi" seolah-olah itu adalah bentuk pembelaan diri mereka. Misal: "Kami minta maaf, tapi kami juga gatau kenapa lalernya bisa masuk ke sana", "Kami minta maaf, tapi kan ini ga mungkin kami sengaja", "Kami minta maaf, tapi kami positif ruangan dapur kami higienis" Ga ada satu pun kalimat, "Maaf Bu nanti semua kebersihan akan kami cek ulang", atau "Tempat minumnya akan langsung kami kuras dan bersihkan ulang" nope, no such thing. Karena gue pergi dengan tidak puas, malemnya gue dikontek dan akhirnya ketemuan sama supervisor & manager etc dari ABC yang totalnya ada 3 orang.

Gue bilang gue ga minta kompensasi, tapi kalo dalam beberapa hari ke depan ada yang salah sama perut gue, gue minta ABC tanggung jawab. Because like lu orang bayangkan lah gue gatau apa yang ada di dalem perut laler segede itu, could be (amit-amit) telor belatung and all other craps, dan bisa aja itu yang masuk ke perut gue kan?!!! Ancol gue kesel dan berasa suwe banget..... As expected, sang supervisor langsung berkaca-kaca dan memohon kemurahan hati gue, karena dia bilang perusahaan ga akan mau tau dan dia yang akan kena semua blame dan harus tanggung jawab. Dia ungkit dari masalah dia yakin gue orang beriman sampe gimana dia udah punya anak dan harus support anak-anaknya.

Sigh, what an unfair world we're living in. Ntah itu dia sincere, atau sebenernya cuma taktik yang diajarin dari perusahaan untuk keluar dari tanggung jawab, atau both, but in the end ya pastinya gue ga perpanjang lagi masalah ini dan bersedia untuk let go, karena what other choice did I have back then kalo dimohon-mohon dengan kata-kata begitu? Sedikit terbersit di otak gue mungkin harusnya gue jawab, "Saya kasih jawaban 3 hari lagi, liat kondisi perut saya dulu" gitu kali ya? Hahaha. Anyway sebelum berpisah mereka mohon beberapa kali agar cerita ini ga tersebar (atau kalo tersebar sekalipun ngga menyebut nama perusahaan mereka I guess), dan foto laler yang gue capture dihapus. Terus gue dikasih voucher yang sangat pelit dan ga setara dengan besarnya kesalahan mereka dan besarnya kemurahan hati gue untuk let go, but oh well gue udah ga ada tenaga untuk feel offended karena cuma dikasih segitu atau protes whatsoever. Sampe hari ini gue masih parno akan ada hal aneh terjadi pada perut gue (dan mungkin karena gue parno, perut gue beneran feels funny dari kemarin).. haha semoga ngga, semoga semua yang kemakan hari itu dengan cantik terdigest dan menjadi kotoran yang gagah dan sempurna. Hahahaha.

More than anything gue nyesel kenapa gue ga ngecek minuman itu pas baru beli.. Jadi pelajaran ya teman-teman, di mana pun kalian beli makanan / minuman, do check it first, obok-obok minumannya, aduk makanannya, pastiin paling ga ngga ada benda aneh. For now gue cuma berharap perut gue ga kenapa-kenapa, dah it'll be enough for me.

No comments:

Post a Comment

Page views.