23 June 2015

Upset beyond limit.

Ukh I'm so so upset beyond limit I feel like crying my eyes out. Gue lagi punya masalah sama satu percetakan yang lagi buat produk terbaru Peekmybook (yang gue sebut disini). Everything was so.. chaotic, and I can sorta sense this possibility from the very start. Rasanya ngeliat kebelakang gue ngerasa sedikit regret karena tetap percaya and give them chance to move forward together with this project.

Pertama kali ketemu bulan Mei awal.. Dengan target personal gue harusnya minggu kedua Mei produk udah keluar; but minggu kedua gue baru dikasih dummy - yang turned out to be salah buat. Lalu chatting berlanjut chatting, and day by day went by as I was kept waiting for their corrected dummy and proof prints. Janji hari Senin berubah jadi hari Kamis.. lalu mundur lagi jadi Senin depannya. It happened so so so many times over small reasons. Finally semua draft rampung di awal minggu keempat Mei, dan gue dijanjikan banyak hal seperti masih banyaknya waktu untuk cetak dll.. semua akan keburu.. barang akan ready minggu depan dan lain-lain.

Sampai H-1 sebelum gue pameran, everything belum ada yang jadi.. Padahal buku-buku baru itu mau gue announce di pameran tanggal 10 June (dan hal ini udah gue tekankan berkali-kali). Hal-hal seperti warna dan jenis kertas yang udah disepakatin untuk certain part of the books pun ga ada.. Last minute semua diubah ke kertas dengan warna dan jenis lain yang saat itu ada stocknya. Setelah penuh desakan dan negosiasi, akhirnya gue minta beberapa buku dikirim ke pameran pada hari pertama pagi.

Sayangnya buku baru bisa sampe tempat pameran sore jam 3an. Bayangin, 40 buku datang dengan qualitas cetakan yang... I couldn't even describe it without cursing. Logo gue ngelotok-ngelotok.. begitu pula design bagian depan. Halaman dalem cetakannya kasar tidak konsisten, bener-bener kerjaan yang ga bisa diconsider sebagai layak. Sigh man I was so effin tired.

Contact person percetakan itu kebetulan seorang cici yang baik, easy going, sopan, and I like her from the very first meeting. Dia punya hobi yang sama sama gue yakni a lil bit design dan buat buku handmade lucu-lucu buat anaknya. Usaha percetakan ini dijalanin oleh dia dan suami dia, dan awalnya gue kontekannya sama suaminya, tapi akhirnya difollow up sama dia. Dia keliatan sama stresnya kayak gue and say sorry berkali-kali ke gue selama beberapa minggu terakhir ini. Inilah salah satu alesan gue lumayan toleran, karena she's a very good person dan berhadapan sama sesama cewe emang selalu jadi weak spot gue. I mean andaikan suaminya yang lanjut kontekan sama gue, I would've been very very straight forward from the very beginning dan ga akan gue kasih banyak toleransi. And salah satu hal yang bikin semua ini makin worse adalah, bahwa menjadi tegas dan demanding seperti ini itu doesn't feel good at all, not when I keep getting all those apologetic messages every once in a while. Ukh seriously I don't feel okay at all.

Anyway setelah pameran gue selese tanggal 15 June, gue dijanjikan lagi semua buku akan selesai tanggal sekian tapi too bad pada akhirnya ngaret juga. Mundur 1-2 hari berujung mundur 1-2 minggu.. Lalu hari ini gue dikasih kabar (or should I say gue yang nanya kabar), bahwa those books are not yet ready again dan akan ngaret lagi. SIGH. Gue sampe nulis di chat panjang lebar dengan makna konten yang clear: I wanted to put this to a freaking end.








Ini sebuah pelajaran keras buat gue sih, bahwa banyak hal di dunia ini yang ga bisa kita kontrol, no matter seberapa keras kita udah bekerja, seberapa gesit kita bergerak. Sometimes, even many times, kita harus minta maaf karena kesalahan orang lain. Kita harus tanggung jawab atas sesuatu yang bukan perbuatan kita. Sampe detik ini kepala gue masih thumping dan nyut-nyutan memikirkan nasib buku gue yang ngaret lagi.. dan who knows? At this point gue bahkan ga bisa 100% yakin hasilnya akan bisa sesuai dengan harapan gue..

Betapa hal ini membuktikan, bahwa kualitas pekerjaan seseorang bukan dinilai dari besar atau kecilnya perusahaannya; sometimes when you are unlucky, you pick one expensive service, you choose the bigger company, the better marketer, yet you get the poorest result.

22 June 2015

Kecewa ala anak bungsu.

Jadilah hari Sabtu - Minggu kemarin ini gue nginep di Ciawi karena ada acara meritan sepupunya sang pacar. Pas minta ijin ke nyokap hari Jumat gue bilang gue akan pulang by Minggu siang. Menjelang siang di Ciawi, gue sama sang pacar belum ada tanda-tanda akan pulang karena masih asik jalan-jalan dan ngobrol, jadilah gue bilang ke sang pacar gue nunggu-nunggu apakah nyokap akan telp atau ngga. Sore pun tiba, dan gue masih nunggu-nunggu juga. Sore berganti malam, dan hasilnya of course nihil (secara hati nyokap kan sedingin jombi-jombi di Game of Thrones) hahaha.

Nah gue sampe rumah jam 8:30 malem, dan inilah yang terjadi:

Cumpha kzl abiyes aqoe.

1 jam berikutnya masih juga belum move on.. hahaha.
ANYWAYYYY. Ahem please pardon ke-cheesy-an sang pacar. Hahaha >,<

Namun tetiba!!! Tuhan yang maha ESA!! Mendengar jeritan!! Hachikuw!!
Mamakuw!! Pun bangun!! Dan masuk!! Ke kamarkuw!!
...!! Emsori!! Ternyata nulis begini!! Ituw najis!!


And just like that me and mom had a long intimate talk and quality time till 1:13 in the morning. Padahal besok doi harus bangun pagi-pagi buta.. Begitu masuk kamar gue langsung ngoceh ke dia kenapa main tidur aja ga nungguin gue pulang dan kenapa ga telpon, kok tega banget. Hahaha nyokap bilang tadi mau telpon tapi keburu ketiduran. Terus sebelum tidur dia buatin gue tun koi dulu lagi (sari pati ayam, bagus buat badan cape). Ngawwww (jelek banget ngaw ya ampun...) Mam, tengkisbulutengkis for the talk and the tun koi <3

Syayang <3

21 June 2015

Hati-hati dengan penjaga pintu tol usil.

Mau share pengalaman gue sama sang pacar tadi siang. Singkat cerita kita masuk tol Ciawi menuju Bogor dengan tujuan mau cari makan di Bogor (karena di Ciawi resto pada tutup karena bulan puasa). Di Bogor sang pacar nanya:

F: Tebak tadi tol berapa duit?
C: Berapa?
F: Seribu!
C: Hah masa seribu sih???

Lalu setengah 2 siang pulang lah kita ke Ciawi. Di gerbang masuk tol Bogor - Ciawi, mesin ambil kartu tol macet, jadi ada mba-mba dateng ngasih kita kartu manual. Lalu di gerbang tol keluar Ciawi sang pacar kasih kartu tersebut buat di scan. Mba-mba ini diem aja ngescan kayak normal. Sang pacar iseng nanya:

F: Berapa mba?
Mba: 8000.
F: *Kaget* Hah 8000 ya??? *Langsung buru-buru kumpulin uang kecil buat bayar*

Setelah bayar, sang pacar jalan pelan dan ngeliat di layar kecil di depan mobil kita memperlihatkan tulisan "1000, TUNAI". Langsung kagetlah sang pacar dan dia bilang ke gue. Beberapa menit kemudian gue langsung call Jasa Marga bagian pengaduan (021 8088 0123 tuh kali aja ada yang mau ngadu sesuatu juga haha) dan dibuatkan laporan mendetail oleh Mba Emma: keluar tol 13:20, pintu gerbang kedua dari kiri, dilayani oleh mba yang berjilbab, dan gue sebutin juga merk mobil dan nomor polisi gue. Less than 30 mins kemudian gue di call sama kepala gerbang tol bagian Ciawi bernama bapak D. Beliau minta maaf atas kejadian ini dan setelah mengkonfirmasi ceritanya ulang sama kita, dia menjelaskan kurang lebih demikian:

Karena ada kejadian sistem mati saat ambil kartu yang berujung kita jadi dikasih kartu manual, pada saat kartu discan, data bisa jadi tidak keluar dan penjaga tol jadi gatau gue sama sang pacar masuk dari pintu tol mana. Bapak ini mengatakan berkali-kali harusnya sang pacar bilang tadi kita masuk dari Bogor, karena kalo ngga, ketika kita nanya harga berapa, penjaga pintu tol akan otomatis bilang harga termahal yaitu 8000. Dia suggest kita untuk balik lagi kesana, dan uang yang berlebih akan dikembalikan sekalian dia menjelaskan lebih lengkap.

Eventually karena satu dan lain hal, kita ga balik kesana. Gue sms dia demikian:



But actually know this:
1. Mba-mba tadi ga ngasih sang pacar struk pembayaran tol.
2. Di layar harga tertulis 1000 TUNAI. Menyatakan dengan jelas bahwa mba-mba tadi menginput 1000 pada sistem komputer tepat setelah dia menagih 8000.
3. Pada saat ngescan, mba-mba itu ga ada bilang kalau kartu tidak terbaca.
4. Andaikan data kartu memang tidak terbaca pada saat discan, mba-mba itu tidak ada inisiatif untuk bertanya "Tadi bapak masuk dari pintu tol mana?"
5. Standard prosedur macam apa yang mensahkan penjaga tol untuk ngecharge pengguna jalan tol harga termahal andai kata data kartu tidak terbaca di sistem? Jelas itu kesalahan sistem in the first place, dan bukan pengguna jalan tol kan? Ini jadi pe-er buat Jasa Marga andaikan memang yang dikatakan oleh pak D itu benar (dan bukan hanya alasan untuk cover karyawatinya).

Kesimpulannya:
Gue sama sang pacar yakin kalo tadi kita memang sengaja ditipu, dan pak D ini mungkin either termakan pembelaan dari karyawatinya atau memang sengaja mau mengcover atau tidak mau terang-terangan mengatakan "ya Bapak baru saja ditipu" sehingga memberi alesan demikian. Gue sama sang pacar ga sempet menjelaskan dan mempertanyakan soal tidak diberikannya struk pembayaran tol dan angka 1000 TUNAI yang tertera di layar, karena awalnya kita pikir kita akan balik lagi kesana untuk ketemu dia langsung (jadi bisa langsung ngejelasin kondisi di lapangan dan nanya face to face).

Kalau memang mba-mba tadi ga sengaja, well then sorry mba, it's my bad untuk berprasangka demikian. Tapi kalau memang apa yang gue dan sang pacar curigakan itu benar, well super shame on you mba. In the end ini bukan soal uang 7000 Rupiah. Ini tentang moral orang Indonesia yang pathetic dan memang mungkin aja melakukan penipuan untuk uang atau hal kecil lainnya yang bisa memberi keuntungan. I think this is the least we can do untuk bantu memperbaiki kebobrokan negara ini.

Lapor kalo ada yang salah, sebarin ceritanya buat jadi pengalaman dan pelajaran bagi orang lain, jangan males atau berpikir "ya udah lah... uang kecil.. biarin aja udah.." no, it's not about the money. Jangan buat mereka keenakan berpikir bahwa melakukan tindakan curang adalah oke; bahwa mereka akan lolos anyway. Karena gue ngerasa di jaman sekarang ini orang-orang baik yang dicurangin udah terlalu sering mengatakan dan melakukan "ah ya udah lah." Don't guys. The moment we stop fighting will be the moment we stop caring. And when we don't care, we don't love. Lalu siapa yang akan mencintai negri ini kalau bukan kita-kita yang lahir dan tinggal disini?

19 June 2015

You can never.

You can't make up for lost time. When it's gone, it's gone. 
You can't settle things with gifts. It'll only make things good for a day or two. 
And it always seems possible, but you can never substitute care. 

18 June 2015

Menyembuhkan mata ikan dengan rokok.

Phewwww okay finally hari ini tiba juga. I have a super duper good news regarding mata ikan: yaitu doi udah sirnaaaaaaaaahhhhh dari muka bumi ini. Oke lah bukan muka bumi, melainkan muka telapak kaki gue. Hahahaha. Beginilah update terakhir gue di blog ini.

Intinya obatnya cuma 1: ROKOK.

Persetan dengan semua metode yang udah gue coba sebelumnya (mungkin they can work as well tapi untuk kasus gue yang ampuh adalah rokok).

Begini caranya: deketin ujung rokok yang udah nyala ke mata ikan yang bersangkutan, deketin terus sampe hampir nempel sama mata ikan, kulit kita akan terasa panas dan bisa sakit banget, kalo udah ga tahan ya jauhin rokoknya. Kalo udah deketin lagi, entar kalo udah terlalu sakit ya jauhin lagi, begitu terus sampe kurang lebih 3-5 menit.

Nah kalo mata ikan kalian kecil, lakuin aja 3 kali sehari, kalo mata ikan kalian gede (punya gue yang terakhir kali udah lumayan ga manusiawi) lakuin lebih sering. Kemarin ini gue nyundut mata ikan gue setiap 3 jem sekali (jadi sehari bisa 5 kali-an) selama 24 hari (of course banyak bolong-bolongnya juga haha misalnya Sabtu Minggu biasa cuma 1-2x gara-gara keluyuran). Intinya semakin rajin kalian nyundut, semakin cepet ilang mata ikannya. Why? Karena mata ikan itu takut sama panas.

Here's how I did it:
1. Gue sundut terus mata ikan sehari 5x atau setiap 3 jam sekali.
2. Jangan lupa pake masker ya, don't ruin your lungs for that damn mata ikan.
3. Selang beberapa hari, pasti kulit mata ikan kalian akan jadi keras dan mungkin aja item karena gosong. Gue ga tau kalo orang lain gimana, cuma kalo gue tangannya pasti usil. Jadi kalo udah item dan aga keras (kurang lebih setiap 3-4 hari akan kayak gitu cyclenya), pasti kulit di permukaan mata ikan itu gue tarik copot. Kalo pas kalian tarik aga sakit, jangan dipaksa ya, pake gunting kuku aja. Atau kalo sakit banget ya tunggu aja hari ke 5 atau 6 baru coba kopek.
4. Setelah kulit atas lepas, biasa kalo mata ikannya masih ada akan keliatan di bawah kulit itu masih ada putih-putih mencurigakan. Sundut lagi seperti tahap no. 1.
5. Hari ke 3 atau 4 setelah itu, pasti kulit kalian udah mengeras lagi. Kopek lagi kulit bagian atasnya, lalu lanjut lagi sundut seperti nomor 1.
6. Begituuuu terus, nanti at one point kalian akan liat kulit mata ikan yang bisa dikopek semakin mengecil (menandakan bahwa di bagian bawah kulit itu udah ga ada mata ikan lagi).
7. And just like that mata ikan yang gede, dalem, dan etc itu pun lama-lama hilang.
8. Jangan lupa untuk thank God (thank me juga boleh) and spread the method!

Hahahaha! Aduhhh seneng abis dehhhh! Tapi sejujurnya sesaat setelah mata ikan gue keliatan membaik... Gue kinda dapet problem kulit lain yang bikin hati dag dig dug and tidur ga tenang. Udah hampir 2 bulan dan belum sembuh sempurna juga. Even until today gue masih suka keksim kalo ngeliat lukanya. But sumprit gue males cerita banget, semoga bisa sembuh asap deh jadi gue ga perlu curcol lagi disini.

Okay that's it semoga membantu siapapun itu yang kena penyakit sialan ini. Oh ya one last thing:
Jangan pernah mau disuruh operasi!! NO!! 

Dokter itu akan selalu bilang, "Wah ini mah harus dioperasi, kalo ga ga bisa sembuh." PRETTTT bullshit! Sampe sekarang malah yang ada luka operasi gue di telapak kaki kanan masih keliatan banget and ganggu banget kalo jalan. Chuihhh! Kaga murah juga operasinya. Pokoknya jangan lupa jalan keluarnya:

Sundut rokok sesering mungkin, dengan konsisten selama beberapa minggu. Jangan males ya! >:) Good luck!

17 June 2015

Ilovebazaar the meet market review.

Kemarin adalah pertama kalinya gue ikutan Ilovebazaar, and here's my honest review about them:

1. Tempatnya pamerannya kecil kalo dibanding GI. My bad ga research dulu atau nanya-nanya orang yang sering ke SMS. Circle Atrium (tempat pameran gue kemarin) itu letaknya di ujung yang terujung dari SMS mall 2. Terus ga kayak tempat pameran di GI, Circle Atrium itu tempat terbuka yang ga punya 1 pintu keluar dan 1 pintu masuk, jadinya banyak orang yang cuma numpang lewat instead of beneran mau ngunjungin bazaar, dan ga semua row booth bazaar mereka laluin satu persatu.

2. Gue sempet wondering kenapa All Access Jakarta (company yang own Ilovebazaar) itu ga heboh bantu promosi bazaar kemarin via Instagram. I mean, that's really the least they can do for us right? Setelah ngobrol sama booth tetangga yang udah berkali-kali ikutan bazaar, ternyata gue baru tau bahwa All Access Jakarta ini punya 3 program: Ilovebazaar (yang gede dan biasa invite performers, jadi mereka pasti put effort untuk blast ini di sosmed), the meet market (yang kemarin gue ikutan), sama the weekend market. Nah menurut tetangga yang kasih gue info ini, acara yang namanya ada market-marketnya biasa cuma jadi 'anak tiri' yang ga terlalu diperhatiin, sementara Ilovebazaar baru jadi event besar mereka yang dikasih prioritas utama. Prettttt. Okay seriously good to know si. That truly explains kenapa dikit banget panitia yang keliatan di tempat. Personally I think they should've done a better job as penyelenggara. Since kita semua juga udah bayar booth yang ga murah. Oh well, jadiin pelajaran aja sih pokoke.

3. Pameran kemarin itu sepi banget, selama 6 hari sales terbanyak gue perhari cuma 28. Sementara tahun lalu di GI pas gue ikutan Swagescape (yang kata booth tetangga juga udah termasuk sepiiiii bangetttt untuk ukuran bazaar GI; maklum itu vendor baru dan event pertama mereka) gue bisa dapet 44 sales per hari. Gila kan. What a joke banget. Gue super kecewa sih. Not to mention si Ilovebazaar atau All Access Jakarta whatsoever ini ga nurunin harga booth mereka (Rp 5.5 juta untuk 6 hari, cuma disediain 1 kursi dan no meja at all). Harga booth kemarin hampir sama sama harga standard di Jakarta, cuma bedanya mereka tambahin hari dari yang biasa cuma 4 jadi 6; which was pretty useless karena hari yang rame pengunjung paling cuma weekend.

4. Terakhir: si Aeon Mall itu baru buka dan crowd banyak banget yang berpindah dari SMS ke sana. Temen-temen dan sodara yang berkunjung semua bilang kalo parkiran Aeon ajubilah tumpahnya sampe ke tengah jalan, sementara SMS ga sampe penuh-penuh amat dan ga kayak biasanya.

Overall the experience was pretty upsetting. Mungkin gitu kali ya kalo vendor udah cukup ternama? But man, life is like a wheel. Kalo kita ga keep up our game or at least maintain our standard, how are we going to compete and survive? Thank God kemarin gue masih untung (super sedikit), I don't even know kalo diitung biaya bensin dan tenaga yang keluar itu semua worth it ga. I really thought All Access Jakarta can be trusted in every way, tapi ternyata emang banyak hal yang kita cuma bisa tau dan belajar kalo kita udah ngalamin terlebih dahulu. But of course, eventually pengalaman itu lebih berharga nilainya dari apapun juga. So yea thanks All Access Jakarta for the opportunity and of course for the valuable lessons! Semoga kedepannya ada kesempatan untuk nyicipin event mereka yang beneran oke dan dipriositasin.

Full photos of the event can be seen on Facebook or Peekmybook.com.

16 June 2015

Sexy back.

Oh Godddd! How I miss blogging so much.... It's so good to be back.. It's even better to be sexy back. HALAH. Ok gue barusan asal ngomong, mohon ga usah ditanya-tanya maksudnya apa. Hahaha. Emsori mamam stroberi telah menghilang 6 hari, gue baru aja selese ikutan bazaar di SMS yang turned out to be super sepi..... The full review & photos will come out tomorrow atau beberapa hari lagi I promise.

Anyway! I really wanna blog about this since day 1 of the bazaar, yakni betapa gratefulnya gue kemarin selama masa pameran karena dishowered supports yang berlimpah dari orang-orang sekitar.. I was moved, many many times. Setiap hari I can't help feeling extremely blessed and grateful, all thanks to friends and families there.

I really don't know where to start...... Omg. Pas nyampe hari pertama, 2 ex-housemates gue di Malay dateng dari siang sampai sore.. 1 of them (Monic namanya) lagi hamil gede, and the other one si Jeje malah nemenin ampe closing (around 10pm). Thanks to them gue bisa minjem meja karena buku gue kebanyakan dan meja disana ga cukup. Si Jeje bikin gue sampe super speechless dengan supports dia yang gila-gilaan. Bayangkan, 6 hari pameran dia dateng 4 hari, dan 3 hari stayed dari siang ampe closing. SAY WHAT. Gila kan tuh anak! 1 hari sang pacar harus balik ke Pluit untuk kerja, dan doi baru balik SMS lagi pas menjelang closing. Akhirnya Jeje yang nemenin gue dari pagi sampe malem, dan bisa-bisanya dia yang beliin gue makanan melulu dari siang ampe malem bayangin aja.... Apa-apa ga mau dibayar, duit parkiran gamau juga diganti... Hari pertama dia playfully nanya ke gue kalo makan sushi gue suka apa, eh tiba-tiba hari kedua dia muncul bawain 2 box sushi yang wah banget. Gue sampe wondering what did I ever do to her to deserve all this? I really did wondering. I can't thank her enough sumpah! It's just amazing.. Suatu bond yang kita form duluuuu banget, bisa lead us to where we are now. Sincerely I thank them very much. God showed me what a beautiful thing a friendship can be. Thanks so much guys! <3









Lalu dari hari pertama sampe terakhir bazaar gue nginep di rumah om & ie2nya sang pacar, yang memperlakukan gue like no other than their own niece. Their attention and kindness made me feel right at home. There's not a single moment dimana gue ngerasa awkward or uncomfortable di rumah itu... Ahem okay ada deng beberapa kali ketika anak mereka yang berumur 7 tahun nge-abuse gue dengan mukul-mukul (sumpah sakettt), ngunci gue di dalem kamar, berisikin gue pas tidur, dan ngelemparin kepala gue pake es batu (hahahaha true story), tapi akhirnya dia ditegur and all of that stopped kok nyihihi :) Despite all of that he's very adorable dan gue rasa itu adalah cara dia untuk caper ngajak main (well I hope so.. Otherwise namanya dia beneran benci gue dongs haha.)

Ga sampe disana, supaya gue ga perlu bayar parkir, tiap hari gue dan sang pacar dianter jemput sama mereka (!!!) dan beberapa kali mereka mampir sebentar siang-siang untuk drop lunch / dinner (!!!!!). I KNOW RIGHT! T.T Sumpah gue terharu banget. Entah berapa kali gue dan sang pacar dishower pake cemilan, minuman, bekal, dinner, take-aways, kue, etc etc oleh keluarga besar sang pacar (ga cuma ie2 dan om yang gue tebengin.) Bonyok sang pacar sampe ikutan dateng nengok ke SMS bayangkeun :') His families are just.... crazily supportive. Dan sangat suka ngemall juga sih memang.

Haha I mean gue tau mereka dateng ke SMS kemarin as a form of supporting gue dan sang pacar, tapi pada dasarnya mereka emang keluarga besar yang suka nongkrong di mall (atau di rumah siapa gitu) untuk spend time together dan ngobrol. Which is completely different sama keluarga gue... I mean nyokap gue aja mungkin setahun cuma menginjakkan kaki maximal 5-10 kali di mall. Gilingan bajaj kan. Tradisi mereka bener-bener completely beda dari tradisi keluarga gue. Di rumah gue, jam 9:30 pm semua lampu udah mati, nyokap dan nci udah tepar tidur. Di keluarga sang pacar, itu jam ngehype buat ngobrol and makan malem sekali lagi (yes! Sang pacar tuh setiap jam 10 apa 11 pm makan malem lagi sekali.... we o we kan haha). Di rumah gue, makan minum ga pernah diatur, you're on your own since you're an adult now. Di keluarga sang pacar, kita masih mendapat perhatian untuk hal-hal seperti itu. It can be overwhelming sometimes, but really.. they're such a big.. caring, warm, and beautiful family.

Dari keluarga gue ada juga satu om dari Pamulang yang dateng 2x sama anak-anaknya (thanks Jiku and fam!!), sementara nyokap dateng 1.5 jem sebelum gue closing di hari terakhir....... #terharu #nangismatabarbie Hahahaha but really, all is okay! I honestly never expected keluarga gue akan dateng, karena 1: jauh, 2: pada kerja, 3: ga kerja pun, ya sekali lagi tempatnya jauh. I am not saying or feeling that my family was less supportive, no, not at all. They had their own ways of supporting me, and I have always knew that we're such a quiet family despite me being all talkative and etc. These whole things make me realize how lucky I am to be able to know and hopefully be a part of the amazing families of bfs. They are very warm and welcoming, and I couldn't be happier. Thank you very much om ie2 and all the cousins! <3 <3 <3

Kesyayangan <3


Last but not least, TENTU SAJA THANK YOU SANG PACARRRRR <3 <3 <3 seorang supporter tak berbayar yang meskipun mungkin kadang cape dan kesel karena kerjaannya sendiri ketunda, tapi tetep stay right by my side and accompany me to the very end. Thank you so much Ej....... :') Kita sampe dikira udah suami istri sama beberapa booth tetangga (yang lalu gue jawab: emang muka dia kayak bapak-bapak sih, hahaha.) I really can't ever thank him enough. He's just so so supportive and helpful. I am truly grateful to have him in my life. Thanks sayang :')


My number 1 hero <3


Lalu tentu saja yang ga kalah penting adalah temen-temen yang menyempatkan diri untuk send good luck messages, muncul and chatted with me (apalagi yang pada sekalian beli... Bahahaha candussss!)

Ketemu partner lomba catur pas SMP dulu!!! Hahaha gue ga mengenali dia and she was like,
"Lu Cicilijo kan?" Lolollll.

Ihhhh! Hopeng pas kelas 2 SMP dulu! Dan ternyata doi sekarang jadi iparnya hopeng nci gue pas
SMA di Sanur! Ha! What a small world we're living in right...

The so called geng Pamulang... <3 Ga pernah ga ketawa ngakak kalo ngumpul <3


Thank you! Sincerely thank you guys! I don't and never forget this kind of thing.. hopefully one day I'll have a chance to give it back to you guys. Kisses! :*

06 June 2015

Important note to future self.

The child supplies the power but the parents have to do the steering. - Benjamin Spock

Being a mother is an attitude, not a biological relation. - Robert A. Heinlein

05 June 2015

Love note.



Sam randomly gave me this paper this afternoon. She wrapped a candy using another paper - written the same thing - and she put it on my table for bf later. Aawwhh.

04 June 2015

Masih soal Indihome.

Update 4 June 2015:

Jadi setelah kejadian tanggal 1 June kemarin, akhirnya gue call kantor Telkom (bukan csnya) dan berbicara sama pak Habib yang kaga kalah nyolotnya. Gue mempertanyakan ke dia kenapa ga ada komunikasi sama sekali sama pihak customer dan juga antara Telkom dan Mitrapolaris. Dia dengan cueknya bilang, "Ya udah yang penting kita urusin kan sekarang?" Sumprit gue ga ada tenaga banget buat berdebat, intinya dia cuma suruh gue nunggu kalo sistem udah online dengan sendirinya tv cablenya akan nyala. Jadi akhirnya si Indra gue suruh pulang karena dia udah nunggu 1.5 jem lebih cuma duduk cengo doang dan sistem ga kunjung online.

Si Indra ampe sori-sori ke gue dan gue thank you thank you juga ke dia berkali-kali karena kasian dan ga enak juga tadi udah ngomel-ngomel. Gue bilangin berkali-kali ke dia suruh kasi tau atasannya yang bobrok itu. Pret banget perusahaan macam gitu, yang kena damprat cuma teknisi-teknisi ga berdaya, merekanya ongkang kaki makan gaji buta di kantor #lama-lamafitnah #nuduh #hahasabodo #hatechumitrapolaris

Anyway, tanggal 1 June sore tv cable nyala, abis itu the next time orang rumah gue coba buka lagi adalah tanggal 2 June pagi dan ternyata udah mati lagi. 2 June sore cici gue call 147 dan dijadwalin dateng teknisi (AGAIN AND AGAIN, bukannya apa, gue cape harus nungguin and ngeliatin mereka terus karena kalo ngga ditungguin juga impossible kan ibaratnya ngasih orang asing masuk kamar, ntar bisa dibakar gue sama nci and nyokap gue.)

Tanggal 3 June gue ga dirumah dan mereka baru call last minute mau dateng saat itu juga, akhirnya gue undur ke tanggal 4 yakni hari ini. Tadi dateng 2 orang cowo dari Telkom Akses, kerjain beberapa saat ga lama nyala, terus gue diajarin cara reboot sistem dan dikasih tau password untuk masuk ke sistem (jadi lain kali gue bisa reboot sendiri) YANG SEBELUMNYA UDAH PERNAH GUE TANYAIN KE INDRA, tapi kata dia password itu cuma buat teknisi dan bukan customer. Pret bener-bener eat shit si Mitrapolaris.

Terus begitu selese si orang Telkom ini call cs untuk close laporan atau apa, terus gue disuruh ngomong sama csnya apakah everything udah oke atau belum. Man, confusing gila urusan sama Telkom + Indihome. Kadang pelayanan bagus, kadang kayak tahi kuda. Tsk tsk. Anyway so far internet dan tv cable jalan, tapi koneksinya jelek banget. Tv cable dikit-dikit mati, dan internet juga ga steady. Gue udah 2 hari stress setting wireless printer gue ga bisa mulu, beberapa menit lalu gue baru sadar kalo masalahnya ada di internetnya. Pantesan gue bingung, kok rasanya udah disetting yang bener tapi ga jalan terus. Gue sampe reinstall dan reset beberapa kali bayangin aja. Begitu gue restart internet baru printernya mau wireless printing. Pret abis deh sumpah payah banget koneksinya.

Pfttt well we'll see deh gimana. Oh ya gue juga masih was-was soal billing di akhir bulan nanti, makanya all of these blog posts were written untuk ngebantu gue nginget + ngarchive apa aja yang terjadi. Plus sekalian buat gue curhat numpahin kekeselan di hati juga :p

PS: buat yang mau baca drama komplit soal Indihome dari season 1 episode 1, bisa klik label di bawah ini (atau di bagian kanan blog), under the name of "Telkom & Indihome". Selamat membaca & menikmati :)

02 June 2015

Not-ups and downs.

Semingguan terakhir ini gue sibuk ngurus banyak hal buat upcoming pameran Peekmybook dan tentunya semua itu berhubungan sama vendor a.k.a perusahaan lain. Rasanya pala gue mau pecah ngejer-ngejer deadline mereka, ngingetin terus, nanya updatean, dingaretin lagi dan lagi, dan paling parahnya dikasih hasil kerjaan yang completely beda dari yang gue minta. Aduh gue sampe gatau mau cerita dari mana.. 

Contoh beberapa minggu lalu: gue suruh perusahaan X buatin sesuatu. Ketemuan, blablabla, besokannya ga pake lama DP. Terus gue dijanjiin barang akan dikirim hari Jumat.. ditungguin dengan sabar eh ga nyampe-nyampe.. Akhirnya sampe hari Rabu dengan hari dan jam pengiriman yang tertera di receipt JNE adalah Selasa malem. Kampret kan. Kerja kok begitu. Pas gue tanya si Bos X nyalahin pegawainya si Y. Itu masih dengan sabar gue bilang gapapa yang penting barang udah sampe. Eeehhhhh ternyata barang yang nyampe di rumah gue beda dari yang gue minta. Singkat cerita si Bos X marah ke Y, pegawai Y yang ngepet ini telp gue ngomel-ngomel karena kena omel, dan dia bilang kalau ada komplain langsung aja ke dia.... Mau lu banting-banting ga tuh telpon rasanya? Rasanya mau gue kunyah-kunyah terus lepehin ke tong sampah itu si Y.

Emang orang kalo dibaikin suka ngelunjak, udah sukur ga gue labrak tuh soal janji kirim barang hari Jumat masih berani dia ngomel. Gue semprot balik akhirnya, terus gue telp Bos X and gue aduin lah tuh pegawai dia. Si Bos X bilang emang si Y ini suka kurang ajar ngomong ke customer begitu, dengan ekspektasi customer apa-apa langsung hubungin Y instead of Bos X, jadi kalo Y salah atau ngaret si Bos X ini ga tau. Abis itu mereka berdrama lah intinya, si Bos X sampe pake kata-kata brengsek di depan gue bayangin aja (ngatain Y tapi bukan ngatain gue haha), tapi sesudah itu si Y udah sedikit lebih waras dan sopan sih ke gue. Ngefet abis.

Ada satu case lagi yang lebih parah yang buat jantung gue empot-empotan yakni buku gue udah selese cetak tapi cetakannya salah semua :'( gila gue gatau mau nangis apa ketawa apa jadi gila aja sekalian. Sampai detik ini gue masih belum dapetin final result dari dua perusahaan di atas dan semua masih on process. Damn kenapa bisa sampe begitu coba.. Hati gue ga tenang abis. Despite all of that gue tau sih eventually everything is gonna be okay. Tapi sekarang ini... aduh gue tired banget. Cape batin banget suwer :'{

Ga pake lebay loh ya, kalo gue stressin kerjaan itu bisa sampe sakit kepala instant. Gue sampe ngemil yang manis-manis tengah malem supaya get better (tau deh ngaruh ga, eventually hajar panadol juga sih haha, kalo ga ga bisa tidur saking nyut-nyutannya kepala.) Thank God persediaan cemilan gue di kamar berlimpah ruah.

Jrengggg~


Haha okay good night.

01 June 2015

Bobroknya Telkom / Indihome / Mitrapolaris

Artikel ini adalah kelanjutan dari post ini.

Update 1 June 2015:

Sekalian review produk Indihome ya, sehabis pasang kemarin malem internetnya super parah mati nyala mati nyala terus. Pagi ini jam 10 - 11:15 mati. So far gue quite disappointed, not to mention setelah Googling 'Indihome bermasalah' ini yang gue temukan:

Kualitas Layanan Telkom Indihome Tidak Jelas ---> baca bagian komentarnya.
Telkom dan IndiHome : Raksasa Digital yang Kehilangan Arah dan Kebingungan
Tertipu Oknum Telkom Jakarta Selatan

Soal Haris Wiga, barusan jam 2 siang mereka dateng kasih kwitansi ini:



Pret kan kwitansi kayak boongan begitu. Gue make sure lagi kalo biaya kabel ini ga akan ditagih lagi ke gue pada akhir bulan, dan si Haris bilang iya. Memuakan adalah mental orang-orang Indonesia, yang masih sangat jauh dari kata beradab. Semua hal kecil-kecil yang bisa diuntungin mau diuntungin.

Ga sampe disana komplain hari ini, jam 2 juga gue dapet call dari mas-mas Indihome:
X: "Siang dengan Ibu Cicilia? Ini dari Indihome."
C: "Ya?"
X: "Mau kesana pasang decoder tv Bu."
C: "Kan kemarin udah dipasang?"
X: "Oh udah ya?? Saya bisa kesana untuk ngecek Bu?"
C: "Ya silahkan."

FML. Get your shits together lah masbro. Wtf is this bener-bener.. Never ending banget. Mending bagus pula koneksi internetnya. Kadang yang gue kesel adalah di rumah kaga ada cowo yang bisa dijadiin 'pajangan' supaya kalo ada penipu pun mereka bisa jadi seganan sedikit. Selalu pasang badan dan sok bergaya sesangar mungkin lah gue. Cumpah kzl.

Terus jam 2:15 orang Mitrapolaris again (tanpa seragam dan surat apa-apa) dateng namanya Indra. Dia cek decoder cable tv dan gue bilang, "Mau cek apanya mas? Bisa jalan kok." Dia cuma diem aja and tiba-tiba ke setting terus proceed ganti nomor internet (kayak nomor pelanggan mungkin ya) dan password settingan tv. At this point gue langsung marah dan mempertanyakan alesannya. Dia bilang disuruh atasan dan gatau apa-apa, emang ada perubahan dari sistem. Gue minta dibalikin ke settingan awal aja karena gue ga dikasih pemberitahuan apa-apa dari pihak Telkom, kata dia nomor internet lama ga bisa dipake lagi di tv cable. Gue nanya perubahan ini akan berimbas ke internet gue ga, kata dia sih ngga. Gue enek aja nih, kalo sekarang jadi berantakan semua muanya gue lagi kan yang harus mulai dari 0 telp 147 untuk buka case, nunggu teknisi dateng, jelasin perkara, dimana perkara itu sendiri aja gue kaga ngerti! Wong ga ada ujan ga ada angin tiba-tiba Telkom/Mitrapolaris bertindak sepihak. Brengsek banget!

Gila gue emosi banget. Gue marahin panjang lebar suruh kasih tau atasannya, masa setiap kali dateng ga pake seragam, ga bawa surat, main masuk aja otak-atik settingan orang TANPA ada konfirmasi terlebih dahulu dari pihak Telkomnya. Ini yang gila Telkom apa Mitrapolarisnya apa dua-duanya gue udah ngga ngerti beneran. Kampret brengsek banget.

Update 2 - 4 June 2015

PS: buat yang mau baca drama komplit soal Indihome dari season 1 episode 1, bisa klik label di bawah ini (atau di bagian kanan blog), under the name of "Telkom & Indihome". Selamat membaca & menikmati :)

Page views.