21 June 2015

Hati-hati dengan penjaga pintu tol usil.

Mau share pengalaman gue sama sang pacar tadi siang. Singkat cerita kita masuk tol Ciawi menuju Bogor dengan tujuan mau cari makan di Bogor (karena di Ciawi resto pada tutup karena bulan puasa). Di Bogor sang pacar nanya:

F: Tebak tadi tol berapa duit?
C: Berapa?
F: Seribu!
C: Hah masa seribu sih???

Lalu setengah 2 siang pulang lah kita ke Ciawi. Di gerbang masuk tol Bogor - Ciawi, mesin ambil kartu tol macet, jadi ada mba-mba dateng ngasih kita kartu manual. Lalu di gerbang tol keluar Ciawi sang pacar kasih kartu tersebut buat di scan. Mba-mba ini diem aja ngescan kayak normal. Sang pacar iseng nanya:

F: Berapa mba?
Mba: 8000.
F: *Kaget* Hah 8000 ya??? *Langsung buru-buru kumpulin uang kecil buat bayar*

Setelah bayar, sang pacar jalan pelan dan ngeliat di layar kecil di depan mobil kita memperlihatkan tulisan "1000, TUNAI". Langsung kagetlah sang pacar dan dia bilang ke gue. Beberapa menit kemudian gue langsung call Jasa Marga bagian pengaduan (021 8088 0123 tuh kali aja ada yang mau ngadu sesuatu juga haha) dan dibuatkan laporan mendetail oleh Mba Emma: keluar tol 13:20, pintu gerbang kedua dari kiri, dilayani oleh mba yang berjilbab, dan gue sebutin juga merk mobil dan nomor polisi gue. Less than 30 mins kemudian gue di call sama kepala gerbang tol bagian Ciawi bernama bapak D. Beliau minta maaf atas kejadian ini dan setelah mengkonfirmasi ceritanya ulang sama kita, dia menjelaskan kurang lebih demikian:

Karena ada kejadian sistem mati saat ambil kartu yang berujung kita jadi dikasih kartu manual, pada saat kartu discan, data bisa jadi tidak keluar dan penjaga tol jadi gatau gue sama sang pacar masuk dari pintu tol mana. Bapak ini mengatakan berkali-kali harusnya sang pacar bilang tadi kita masuk dari Bogor, karena kalo ngga, ketika kita nanya harga berapa, penjaga pintu tol akan otomatis bilang harga termahal yaitu 8000. Dia suggest kita untuk balik lagi kesana, dan uang yang berlebih akan dikembalikan sekalian dia menjelaskan lebih lengkap.

Eventually karena satu dan lain hal, kita ga balik kesana. Gue sms dia demikian:



But actually know this:
1. Mba-mba tadi ga ngasih sang pacar struk pembayaran tol.
2. Di layar harga tertulis 1000 TUNAI. Menyatakan dengan jelas bahwa mba-mba tadi menginput 1000 pada sistem komputer tepat setelah dia menagih 8000.
3. Pada saat ngescan, mba-mba itu ga ada bilang kalau kartu tidak terbaca.
4. Andaikan data kartu memang tidak terbaca pada saat discan, mba-mba itu tidak ada inisiatif untuk bertanya "Tadi bapak masuk dari pintu tol mana?"
5. Standard prosedur macam apa yang mensahkan penjaga tol untuk ngecharge pengguna jalan tol harga termahal andai kata data kartu tidak terbaca di sistem? Jelas itu kesalahan sistem in the first place, dan bukan pengguna jalan tol kan? Ini jadi pe-er buat Jasa Marga andaikan memang yang dikatakan oleh pak D itu benar (dan bukan hanya alasan untuk cover karyawatinya).

Kesimpulannya:
Gue sama sang pacar yakin kalo tadi kita memang sengaja ditipu, dan pak D ini mungkin either termakan pembelaan dari karyawatinya atau memang sengaja mau mengcover atau tidak mau terang-terangan mengatakan "ya Bapak baru saja ditipu" sehingga memberi alesan demikian. Gue sama sang pacar ga sempet menjelaskan dan mempertanyakan soal tidak diberikannya struk pembayaran tol dan angka 1000 TUNAI yang tertera di layar, karena awalnya kita pikir kita akan balik lagi kesana untuk ketemu dia langsung (jadi bisa langsung ngejelasin kondisi di lapangan dan nanya face to face).

Kalau memang mba-mba tadi ga sengaja, well then sorry mba, it's my bad untuk berprasangka demikian. Tapi kalau memang apa yang gue dan sang pacar curigakan itu benar, well super shame on you mba. In the end ini bukan soal uang 7000 Rupiah. Ini tentang moral orang Indonesia yang pathetic dan memang mungkin aja melakukan penipuan untuk uang atau hal kecil lainnya yang bisa memberi keuntungan. I think this is the least we can do untuk bantu memperbaiki kebobrokan negara ini.

Lapor kalo ada yang salah, sebarin ceritanya buat jadi pengalaman dan pelajaran bagi orang lain, jangan males atau berpikir "ya udah lah... uang kecil.. biarin aja udah.." no, it's not about the money. Jangan buat mereka keenakan berpikir bahwa melakukan tindakan curang adalah oke; bahwa mereka akan lolos anyway. Karena gue ngerasa di jaman sekarang ini orang-orang baik yang dicurangin udah terlalu sering mengatakan dan melakukan "ah ya udah lah." Don't guys. The moment we stop fighting will be the moment we stop caring. And when we don't care, we don't love. Lalu siapa yang akan mencintai negri ini kalau bukan kita-kita yang lahir dan tinggal disini?

No comments:

Post a Comment

Page views.