17 June 2015

Ilovebazaar the meet market review.

Kemarin adalah pertama kalinya gue ikutan Ilovebazaar, and here's my honest review about them:

1. Tempatnya pamerannya kecil kalo dibanding GI. My bad ga research dulu atau nanya-nanya orang yang sering ke SMS. Circle Atrium (tempat pameran gue kemarin) itu letaknya di ujung yang terujung dari SMS mall 2. Terus ga kayak tempat pameran di GI, Circle Atrium itu tempat terbuka yang ga punya 1 pintu keluar dan 1 pintu masuk, jadinya banyak orang yang cuma numpang lewat instead of beneran mau ngunjungin bazaar, dan ga semua row booth bazaar mereka laluin satu persatu.

2. Gue sempet wondering kenapa All Access Jakarta (company yang own Ilovebazaar) itu ga heboh bantu promosi bazaar kemarin via Instagram. I mean, that's really the least they can do for us right? Setelah ngobrol sama booth tetangga yang udah berkali-kali ikutan bazaar, ternyata gue baru tau bahwa All Access Jakarta ini punya 3 program: Ilovebazaar (yang gede dan biasa invite performers, jadi mereka pasti put effort untuk blast ini di sosmed), the meet market (yang kemarin gue ikutan), sama the weekend market. Nah menurut tetangga yang kasih gue info ini, acara yang namanya ada market-marketnya biasa cuma jadi 'anak tiri' yang ga terlalu diperhatiin, sementara Ilovebazaar baru jadi event besar mereka yang dikasih prioritas utama. Prettttt. Okay seriously good to know si. That truly explains kenapa dikit banget panitia yang keliatan di tempat. Personally I think they should've done a better job as penyelenggara. Since kita semua juga udah bayar booth yang ga murah. Oh well, jadiin pelajaran aja sih pokoke.

3. Pameran kemarin itu sepi banget, selama 6 hari sales terbanyak gue perhari cuma 28. Sementara tahun lalu di GI pas gue ikutan Swagescape (yang kata booth tetangga juga udah termasuk sepiiiii bangetttt untuk ukuran bazaar GI; maklum itu vendor baru dan event pertama mereka) gue bisa dapet 44 sales per hari. Gila kan. What a joke banget. Gue super kecewa sih. Not to mention si Ilovebazaar atau All Access Jakarta whatsoever ini ga nurunin harga booth mereka (Rp 5.5 juta untuk 6 hari, cuma disediain 1 kursi dan no meja at all). Harga booth kemarin hampir sama sama harga standard di Jakarta, cuma bedanya mereka tambahin hari dari yang biasa cuma 4 jadi 6; which was pretty useless karena hari yang rame pengunjung paling cuma weekend.

4. Terakhir: si Aeon Mall itu baru buka dan crowd banyak banget yang berpindah dari SMS ke sana. Temen-temen dan sodara yang berkunjung semua bilang kalo parkiran Aeon ajubilah tumpahnya sampe ke tengah jalan, sementara SMS ga sampe penuh-penuh amat dan ga kayak biasanya.

Overall the experience was pretty upsetting. Mungkin gitu kali ya kalo vendor udah cukup ternama? But man, life is like a wheel. Kalo kita ga keep up our game or at least maintain our standard, how are we going to compete and survive? Thank God kemarin gue masih untung (super sedikit), I don't even know kalo diitung biaya bensin dan tenaga yang keluar itu semua worth it ga. I really thought All Access Jakarta can be trusted in every way, tapi ternyata emang banyak hal yang kita cuma bisa tau dan belajar kalo kita udah ngalamin terlebih dahulu. But of course, eventually pengalaman itu lebih berharga nilainya dari apapun juga. So yea thanks All Access Jakarta for the opportunity and of course for the valuable lessons! Semoga kedepannya ada kesempatan untuk nyicipin event mereka yang beneran oke dan dipriositasin.

Full photos of the event can be seen on Facebook or Peekmybook.com.

No comments:

Post a Comment

Page views.