23 June 2015

Upset beyond limit.

Ukh I'm so so upset beyond limit I feel like crying my eyes out. Gue lagi punya masalah sama satu percetakan yang lagi buat produk terbaru Peekmybook (yang gue sebut disini). Everything was so.. chaotic, and I can sorta sense this possibility from the very start. Rasanya ngeliat kebelakang gue ngerasa sedikit regret karena tetap percaya and give them chance to move forward together with this project.

Pertama kali ketemu bulan Mei awal.. Dengan target personal gue harusnya minggu kedua Mei produk udah keluar; but minggu kedua gue baru dikasih dummy - yang turned out to be salah buat. Lalu chatting berlanjut chatting, and day by day went by as I was kept waiting for their corrected dummy and proof prints. Janji hari Senin berubah jadi hari Kamis.. lalu mundur lagi jadi Senin depannya. It happened so so so many times over small reasons. Finally semua draft rampung di awal minggu keempat Mei, dan gue dijanjikan banyak hal seperti masih banyaknya waktu untuk cetak dll.. semua akan keburu.. barang akan ready minggu depan dan lain-lain.

Sampai H-1 sebelum gue pameran, everything belum ada yang jadi.. Padahal buku-buku baru itu mau gue announce di pameran tanggal 10 June (dan hal ini udah gue tekankan berkali-kali). Hal-hal seperti warna dan jenis kertas yang udah disepakatin untuk certain part of the books pun ga ada.. Last minute semua diubah ke kertas dengan warna dan jenis lain yang saat itu ada stocknya. Setelah penuh desakan dan negosiasi, akhirnya gue minta beberapa buku dikirim ke pameran pada hari pertama pagi.

Sayangnya buku baru bisa sampe tempat pameran sore jam 3an. Bayangin, 40 buku datang dengan qualitas cetakan yang... I couldn't even describe it without cursing. Logo gue ngelotok-ngelotok.. begitu pula design bagian depan. Halaman dalem cetakannya kasar tidak konsisten, bener-bener kerjaan yang ga bisa diconsider sebagai layak. Sigh man I was so effin tired.

Contact person percetakan itu kebetulan seorang cici yang baik, easy going, sopan, and I like her from the very first meeting. Dia punya hobi yang sama sama gue yakni a lil bit design dan buat buku handmade lucu-lucu buat anaknya. Usaha percetakan ini dijalanin oleh dia dan suami dia, dan awalnya gue kontekannya sama suaminya, tapi akhirnya difollow up sama dia. Dia keliatan sama stresnya kayak gue and say sorry berkali-kali ke gue selama beberapa minggu terakhir ini. Inilah salah satu alesan gue lumayan toleran, karena she's a very good person dan berhadapan sama sesama cewe emang selalu jadi weak spot gue. I mean andaikan suaminya yang lanjut kontekan sama gue, I would've been very very straight forward from the very beginning dan ga akan gue kasih banyak toleransi. And salah satu hal yang bikin semua ini makin worse adalah, bahwa menjadi tegas dan demanding seperti ini itu doesn't feel good at all, not when I keep getting all those apologetic messages every once in a while. Ukh seriously I don't feel okay at all.

Anyway setelah pameran gue selese tanggal 15 June, gue dijanjikan lagi semua buku akan selesai tanggal sekian tapi too bad pada akhirnya ngaret juga. Mundur 1-2 hari berujung mundur 1-2 minggu.. Lalu hari ini gue dikasih kabar (or should I say gue yang nanya kabar), bahwa those books are not yet ready again dan akan ngaret lagi. SIGH. Gue sampe nulis di chat panjang lebar dengan makna konten yang clear: I wanted to put this to a freaking end.








Ini sebuah pelajaran keras buat gue sih, bahwa banyak hal di dunia ini yang ga bisa kita kontrol, no matter seberapa keras kita udah bekerja, seberapa gesit kita bergerak. Sometimes, even many times, kita harus minta maaf karena kesalahan orang lain. Kita harus tanggung jawab atas sesuatu yang bukan perbuatan kita. Sampe detik ini kepala gue masih thumping dan nyut-nyutan memikirkan nasib buku gue yang ngaret lagi.. dan who knows? At this point gue bahkan ga bisa 100% yakin hasilnya akan bisa sesuai dengan harapan gue..

Betapa hal ini membuktikan, bahwa kualitas pekerjaan seseorang bukan dinilai dari besar atau kecilnya perusahaannya; sometimes when you are unlucky, you pick one expensive service, you choose the bigger company, the better marketer, yet you get the poorest result.

No comments:

Post a Comment

Page views.