15 August 2015

KTP untuk Ahok.

Terharu bangettt nonton video di bawah ini :"")



Kemarin siang gue makan bakmi di deket SMA gue dulu, pemiliknya kebetulan seorang ie-ie yang anaknya juga sekolah di SMA gue, dan seangkatan pula sama gue dan sang pacar. Kita ngobrol lama, dari masalah A-Z, dan topik eventually sampai ke Ahok.

Ie-ie ini bilang kalau dia sebenernya mendukung, tapi at the same time ragu dan aga enggan ngumpulin KTP untuk Ahok karena usahanya sendiri terasa dipersulit semenjak Ahok naik.

Gue dan sang pacar of course tetap berusaha ngelobi (hahaha), at one point gue bilang kalau "Ahok terkesan tidak memperhatikan pedagang atau pengusaha dan malahan mempersulit, karena hidup kita memang udah baik-baik aja. Orang-orang kecil yang ga mampu itu yang perlahan-lahan dia sejahterakan."

Gue cerita gimana dulu ngobrol sama tukang sapu di pinggir jalan; ibu ini bilang dulu gaji dia cuma Rp 600.000 per bulan (itu pun dikasihnya suka ngaret), dan semenjak ada Ahok, gaji dia dinaikkan 4x lipat jadi sesuai UMR.

Sembari bercanda gue bilang ke si ie-ie, "Ayo ie, pilih dia supaya cucu ie-ie dan anak saya nanti bisa hidup di Jakarta yang lebih baik." Hahaha, ie-ie itu cuma ketawa-ketawa aja dengernya. Sebelum pisah gue bilang sekali lagi dengan nada bercanda untuk jangan lupa kumpulin KTP, dan dengan tertawa kecil ie-ie itu bilang "Iya oke." (Semoga beneran dikumpulin ya ie :D haha)

Nah teman- temaaaann, udah ngumpulin KTP buat Ahok belum? :)

No comments:

Post a Comment

Page views.