11 December 2015

Simple yet significant.

Pagi ini karena satu dan lain hal, nyokap gue ga bisa ke toko. Jadilah gue yang bangun gantiin dia, whoaw it's been a while sih. Dulu waktu kuliah once in a while gue suka nemenin nyokap jaga toko just to be able to spend more time with her, sekarang makin gede malah makin males :(

Anyway terus tadi ngobrol sama supir Uber yang udah jadi langganan nyokap ke toko tiap pagi: kata doi dia seneng sama nyokap dan Cekiang (yang suka orderin mobil via Uber - gue super jarang karena gue kan belum bangun jam nyokap pergi kerja :p), karena katanya kita itu ramah, dan nyokap ga pernah perlakuin dia kayak supir atau someone yang lebih rendah. My mom does have that side of her. I just couldn't emphasize enough ke kalian betapa humblenya dia ke siapapun itu.

Supir ini cerita kemarin nenek dia meninggal dan berhalangan kerja, Cekiang pun sms dia bilang turut berduka dan wish him and family diberi ketabahan. Betapa nyelekitnya hati gue pas dia bilang kalau ucapan kayak gitu begitu berarti bagi dia. After all we're all human dan makhluk sosial yang ga bisa hidup tanpa apresiasi dan perhatian dari orang lain.

Ya kan, aren't we all like that? Karena pada hakekatnya semua manusia ingin dihargai dan diperlakukan sama.

No comments:

Post a Comment

Page views.