25 May 2016

The truth about your heart.

Your heart will fix itself.
It's your mind you need to worry about.

- Nikita Gill

24 May 2016

One fruity night.






This.

People change, even if we say we don't, we still do.
Ego emerges and one day love starting to fade.
We think we sacrifice the most, and we start taking each other for granted.
What used to be special, will be no more than a habit.
What used to be appreciated, will be no longer special.
You think of how all this time you patiently wait.
But in the end what do you get.
Time does nothing but change things.
Love holds but it can only hold so much.
Afterall we fell in love with the people we used to be.
And then people change.
And they always think they sacrifice the most.

23 May 2016

Keenan, Raisa, dan seorang kurcaci lebar.



Yup berasa kayak kurcaci lebar indeed gue berdiri samping doi. Hahaha. Sumprit orangnya kurus (I mean liat aja mukanya) dan tinggi semampai gitu. Anyway gue ketemu doi di Dialogue Kemang 22 May lalu. Jadi ceritanya disana ada pameran graphic design dan bazaar gitu, and I was browsing around the craft bazaar when suddenly bf hold my shoulder from the back and whispered very seriously, "Uc biasa aja dan jangan langsung ngeliat ya. Di depan kamu ada idola kamu." Terus doi muter badan gue pelan-pelan untuk menghadap Raisa.

And then I saw her there, menghadap samping, rambut dicepol, lagi ngobrol sama 1-2 orang. Sumpah gue langsung sesek napas lol. Norak abuissss yueeeeeee. Sumprit she's the only Indonesian artist yang pernah gue follow Instagramnya (meski kemarin itu udah gue unfoll juga sih hahaha), tapi paling ngga that means I was once interested in her. Abisnya cakep sih :3 Untuk suaranya sendiri sih gue ga gitu demen tipenya, gue lebih suka yang powerful kayak Adele, tapi I really like her face + smile, cakep ayu aja gitu.

Anyway emang dasar gue anak kampung Utara main ke Selatan, gue shock dengan tidak-hebohnya orang-orang lain di tempat itu selain gue. Gue kayak cacing kepanasan maju mundur stop untuk ngeliat dia and decide gimana dan kapan baiknya untuk kesana minta foto. Geblek kan. Gue sampe jalan ke tempat yang jauh di ujung untuk susun strategi dan stalk dia dari jarak jauh. Sekali lagi, lebaaaayyyy yueeeeeee. Pengen tabok diri sendiri rasanya sambil tereak, "Norak luuuuu cewe Cenes!!" Bahahaha mendadak rasis. Bercandus yuee.

Anyway tetiba doi dan lakinya si Keenan jalan ke arah gue (!!!) untuk jajan makanan! Langsunglah kaga pake mikir gue samperin doi dari belakang and called her name, "Raisa.. boleh foto bareng ga?" (Sumpah if only you guys knew body language gue pas manggil dia, bf made fun of me a lot of times that day, calling me very norak and everything....)

Nah and then things got interesting after this. Immediately setelah denger gue manggil, dia nengok beberapa derajat ke arah gue, terus jawab, "Boleh, bentar ya" sembari menghadap depan lagi. I really don't think she managed to actually see my face, karena dia ngejawab sembari setengah nengok. Terus she kinda kept me waiting sembari doi menunggu makanan dia yang pada saat itu belum ready juga a.k.a lagi disiapin. I won't lie, it was pretty awkward waiting for her like that, padahal menurut gue there's plenty of time untuk snap the pic and then after that dia bisa lanjut nungguin makanan dia. But no worries, gue pun berbincang sedikit sama sang pacar sembari mengisi ke-awkward-an dipunggungin Raisa yang lagi sibuk ngeliatin makanan doi yang lagi disiapin itu (ps: di sebelah dia berdiri si Keenan, yang juga diem aja munggungin kita sembari melototin makanan yang belum siap tersebut, ha.)

Terus abis itu doi picked up her food, menghadap gue tanpa berbicara apa-apa, pose sembari megang makanan dia, click-click the picture's taken, and afterwards I said, "Thank you ya." and she said "Oke" sembari langsunggggg balik badan and left. Gue bahkan ga sempet untuk menghadap dia face to face, I swear. Dari posisi masih berdiri samping-sampingan, doi langsung oke-in gue dan balik badan. And she definitely didn't see my face either.

At that point otak gue masih belum selese loading dari kegemeteran kaki gue dan ke-excited-an gue dapet foto bareng sama dia. Only after I talked to bf the reality kicked in. Immediately after that, while I checked on the photo, I asked bf if he wants to take it as well with her and he said no. Buat kalian yang kenal deket sama sang pacar, kalian pasti tau betapa saint-nya dia, and that he's such a positive, kind, patient and loving guy, but that time he said to me as we walked away from Raisa and Keenan, about how cocky and unfriendly she was to me - to us.

And yea, ga bisa dipungkiri I kinda feel it as well sejak saat pertama dia menjawab ajakan gue untuk foto. She could've said more things to me, or at least look at my face before we part ways. Apapun itu, gesture dan body language seseorang yang ramah dan tidak itu kontras dan sangat mudah dibedakan. She wasn't being nice that day.

I don't dislike her whatsoever now, karena I don't really love her that much as well in the first place, tapi it's a good thing to know. Sang pacar bilang kalo dia memang pernah denger dari salah satu relatif dia yang pernah ketemu sama Raisa, bahwa doi sebenernya sombong in real life. Ya mungkin that day dia lagi bete, atau cape, or what I don't know. Padahal ga banyak juga loh yang ngajak foto, I mean everyone's very cool that day, selama gue ngobserve dia dari jauh, ga ada tuh pengunjung lain yang nyamperin (apa mungkin ga berani ya gatau deh.) Gue sampe wondering apa anak Jaksel itu se-cool itu ya? Haha sang pacar bilang mungkin mereka udah biasa kali liat artis, kaga kayak kita-kita yang tinggal di Utara.

Nah barusan pas lagi browsing gue iseng-iseng baca forum soal Raisa and oh well there are a lot of people yang memang bersaksi kalau doi somse dan suka ngambek + nangis kalo permintaannya kaga diturutin.... O.o" (kesaksiannya banyakan dari kru media / advertising / eo yang pernah kerja bareng doi) ... tapi gue ga akan post disini lah ya linknya. I don't write this to purposely jelek-jelekin dia, just want to share my own experience (plus you can always Google yourself, ada di detik forum hahahahahaha kampret dikasih tau juga nama forumnya). Haha gue sampe spent 1 hour++ bacain gosip di forum tersebut yang kaga abis-abis...

Stilllll lumayan unyu lah bisa foto sama doi buat kenang-kenangan nyehehe :3

20 May 2016

Bahagia itu sederhana.

So I've been searching for film Zootopia HD yang bisa didownload dari BERBULAN-BULAN LALU tapi hasilnya selalu nihil... Maybe I've tried like belasan kali, and I really really really wanna watch it 'cos dari jaman trailernya keluar aja gue udah suka, and I find it very funny. Too bad banget pas nongol di bioskop I missed it :(

Nah kemarin malem gue download beberapa film bioskop yang lumayan terkenal yang ga gue tonton karena satu dan lain hal (like The Revenant & Deadpool) and I once again looked for Zootopia, tapi belom ada juga :(

LALU BARUSAN... Iseng-iseng gue buka lagi websitenya and ZOOTOPIA ADA DI URUTAN NO. 1 YANG BARU DIUPLOAD!!!! YEAAAAAAAAAAAAAYYYYYYYY!!!! FINALLLLYYYYYYY!!! Downloading it now and going to watch it in a minute!! <3

19 May 2016

M for Mama.

Business has been superrrr slow lately I'm not kidding... Mungkin memang demikian, mungkin juga karena gue yang semakin males haha. Ukh feel bad for myself (feel doang kaga berusaha berubah juga). Bukannya lebih kerja keras gue malah liburan mulu akhir-akhir ini, gilingan bajaj.

Anyway gue bersyukur banget nyokap begitu bae, akhir-akhir ini doi randomly suntik dana terus ke tabungan gue (biasa selalu ke tabungan nci gue cos my mom doesn't have BCA / Mandiri / bank lain yang penting-penting - jadi tabungan nci gue emang kinda like tabungan with nyokap.)

Terharu hati barbie. Sumpah gue wondering apa ya yang harus dilakukan supaya bisa cepet-cepet tajir dan membahagiakan doi? Secara nyokap hardworking banget, pasti dia cuma akan bisa retire dengan tenang ketika anak-anak dia udah lebih kaya dari dia sekarang haha.

Parah ya gue, often I think about shortcuts.. Gimana caranya supaya cepet-cepet bisa kaya. Padahal semua harus berawal dari diri sendiri. Sekarang kalo mau dicompare aja kedisiplinan gue ga nyampe 5% dari doi.

Uhuhu mom ailapyu so. Thank You God for giving me such a strong woman as a mother, because of her, ga pernah rasanya gue merasa kekurangan apa-apa meski bokap had to leave first. Ma, thank you.

17 May 2016

Traumatizing experience @ Klinik Kusuma Pluit Village.

Okay so I waited for a YEAR to write this post. Remember when I told you gue lagi feeling uneasy tahun lalu tentang kulit di post ini? Nah this is the story:

Jadi intinya tahun lalu tanggal 4 May 2015 gue ke klinik Kusuma untuk laser lemak di muka (white thingy yang terjebak dibawah kulit, and unlike jerawat, ga bisa dipencet keluar unless ditusuk jarum (which is horror kan haha) atau dilaser). Ntah kenapa muka gue banyak banget lemak begitu. Setelah consult ama ie-ie gue, gue disaranin ke klinik kusuma di Pluit Village, and so I did.

Sampe kesana gue ditanganin sama dokter berinisial S, hari itu gue jadi orang pertama yang dateng ngantri. Setelah consult, doi bilang penanganannya akan menggunakan laser CO2 (yang katanya sih jaman sekarang udah pake teknologi itu semua). 2 minggu dari hari itu gue ada kondangan, jadi gue aga was-was apa nanti masih akan ada bekas luka di muka gue, namun dokter S guarantee pasti udah ilang, dan dia suruh gue tenang aja.

Long story short gue dikasih salep anti sakit, dan setelah menunggu selama 1 jam (supaya salep bekerja, sembari doi nanganin pasien lain dulu), masuklah gue ke ruangan pengobatan. Ternyata dilaser itu sakit banget ancwoooollllll, gue tereak-tereak nonstop (gue masih simpen videonya karena sang pacar ada disana dan he took a footage of the procedure) and I believe it annoyed si dokter S (and probably asistennya juga). Lama-lama dokter S ini jadi kurang ramah dan sabar nanganin gue (mungkin enek denger gue tereak-tereak mulu) dan buru-buru mau udahan (karena ada pasien lain juga yang udah nungguin di ruangan sebelah gue). Meski doi keliatan banget annoyed dan udah berubah ga ramah, gue pun ga bisa tahan untuk ga tereak, wong sakit banget kok. Terus banyak kali ketika si dokter lagi laser gue, gue ngerasa doi ngelaser terlalu lama di satu spot yang sama (jadi panas banget dan gue mikir bisa aja lukanya jadi terlalu dalem) tapi what can I say? Gue ga ngaca dan ga bisa liat muka gue sendiri, yang ada gue cuma bisa berdoa semoga she really knows what she's doing. Plus si dokter S ini saking buru-burunya sampe gue ingetin 2 kali ada 2 tempat yang kelewatan belom dilaser; jadi intinya doi tidak teliti / thorough pada saat penanganan.

Setelah proses itu, doi langsung nanganin pasien lain tanpa brief gue apa-apa, dan pas mau bayar, ternyata mba-mba asisten di lantai 2 juga ga tau sama sekali tentang pengobatan gue, karena dokter S bahkan belom prescribe obat buat gue. Such a nice doctor banget kan. Akhirnya si mba itu suruh gue nunggu bentar sembari doi ke bawah nanya dokter S gue harus dikasih obat apa.

Ga lama gue ngaca, dan betapa terkejutnya gue liat muka gue bolong-bolong mengerikan (total 21 bolongan, belasan diantaranya luka kecil, around 8 of 'em luka bolong cukup dalem). Ada beberapa bolongan yang menurut gue dalem banget dan gue bener-bener takut saat itu... Apa bener ini ga akan berbekas, dan akan hilang dalam 2 minggu?

Gue ga mau basa-basi, fast forward ke 2 bahkan 3 minggu kemudian, luka bolong di muka gue itu masih ada semua. Setiap malem gue sampe tidur ga tenang... Setiap hari ngeri rasanya untuk ngaca. Hati gue uneasy all the time selama berbulan-bulan... Di minggu ketiga gue samperin si dokter S itu lagi untuk menanyakan muka gue yang masih bolong. Dengan enteng tanpa perasaan bersalah sama sekali dia bilang ini semua wajar, dan eventually itu akan hilang.

Now a year later, 5 bolongan di muka gue ga pernah hilang.... 2 di jidat, 1 deket alis, dan 2 lainnya di bagian rahang deket leher. They stay there, dan salah satunya yang di jidat malah berwarna gelap. Di foto mungkin ga sejelas kalau liat langsung. I told myself to let this thing go, relain aja, karena udah kebablasan. But know this: gue purposely nunggu 1 tahun untuk liat perkembangannya apa lobang ini akan hilang atau ngga, dan kalau ngga, gue mau bersaksi di blog ini supaya kalian yang mungkin kepikiran mau kesana, mikir-mikir lagi dua, tiga, empat, atau lima kali kalau perlu.

Jujur gue kehilangan kepercayaan sama (beberapa) dokter kecantikan di Indo, betapa gampangnya kasih janji dan melakukan tindakan selebor, ketika muka dan penampilan orang lain yang jadi taruhannya (dulu punya bad experience juga sama dokter lain, pret). Shame on you doctor S. Sempet terbersit di kepala gue untuk nyari dokter Indri (yang katanya co-owner klinik Kusuma), tapi gue udah terlanjur kecewa dan kehilangan kepercayaan sama klinik ini. And I kinda think dokter Indri will probably ngebela dokter S, dan yang ada gue disuruh bayar lagi treatment baru untuk benerin bolongan di muka ini (hal ini sempet disuggest oleh dokter S pas gue dateng di minggu ketiga, kata doi "Ya kalau mau cepet ilang bisa pakai treatment kita namanya XXX." Padahal she's the one who guarantee kalau luka-luka ini akan hilang dalam 2 minggu. Lalu dengan gampangnya dia suruh gue spend money lagi untuk ditreat dia? Why should I frickin trust her now? Cih, no thanks.) Berbulan-bulan lamanya gue harus jalan dengan muka bolong-bolong, dan setahun kemudian 5 bolongan itu masih intact di muka gue. Ada beberapa lagi tapi bekasnya ga terlalu mencolok, jadi tarolah ga gue itung. But yea.. Cukup tau aja.

Berikut foto muka gue (bolongannya gue lingkarin, sori kalo ada yang blur, susah capturenya selfie jarak deket gitu. Yang di rahang ga gue foto karena 1) males, 2) ga keliatan dari depan jadi ya udah lah 3) susah fotonya. Semua foto ga ada yang gue edit terangin whatsoever, all original dari hp), lengkap beserta receipt pembayaran yang masih gue simpen.








Mungkin I was unlucky, mungkin dokter S emang selebor pas ngelaser gue, mungkin dan mungkin. Apapun itu tujuan dari post ini adalah untuk sharing pengalaman and that's it, bukan untuk menjelek-jelekan klinik atau dokter yang bersangkutan. Gue yakin banyak juga orang yang langganan di klinik itu dan mukanya baik-baik aja, but then again, this has happened to me, dan hal sepenting ini wajib rasanya untuk gue share disini (sampah-sampah aja gue share di blog ini, masa cerita ini kaga? Haha). Semoga bisa membantu teman-teman agar lebih berhati-hati dalam memilih klinik, dokter (kalau bisa langsung ke dokter langganan yang udah dikenal lama atau disuggest oleh orang terdekat) atau treatment untuk diri sendiri (especially muka).

12 May 2016

Good and bad news.

Bad news:

Tadi siang marah ke Sam karena dia (for like the n-th time) ngapus tulisan gue di papan tulis Peekmybook (yang isinya list stock buku). Hal ini pernah juga gue ceritain di post ini. Gue sampe males untuk cerita ini in detail 'cos this time I am really upset.

Sumpah ini kejadiannya sering banget terjadi dulu pas doi masih berumur 4-5 tahun (she's now 6), and after a while it stopped. Tapi entah kenapa tetiba tuh anak resek lagi hari ini. Gue sampe speechless and truly had no idea kenapa dia kayak gitu and what should I do untuk stop it (karena sumpah ini irritating and bothering gue banget). Gue udah pake cara baik-baik kasih tau, pura-pura ga tau, negur keras, negur lembek, dia ditegur mba gue karena kepergok, and so on. A lot of times juga gue let it go karena I thought it was adorable, but today I am upset.

Gue sampe nanya dia:
C: Sammy apus tulisan Soy ie ya di whiteboard?
S: *Diem*
C: Iya apa ngga? Jawab dong kan Soy ie nanya.
S: Iya.
C: Kenapa? Keluar coba tunjukin Soy ie yang mana yang kamu apus (of course gue udah tau yang mana, ada 2 row, tapi gue ngetes aja.)
S: *Keluar, manjat meja, nunjuk tempat yang angkanya ilang*
C: *Nada mulai meningkat* Kenapa Sammy apus? Kasih tau Soy ie. Kenapa?
S: *Diem aja*
C: Liat mata Soy ie. Jawab kenapa, Soy ie mau tau.
S: *Diem aja sembari liatin gue*
C: Kenapa kamu apus? Sekarang Sammy maunya Soy ie gimana? Soy ie udah bilang berkali-kali blablabla (ceramah panjang lebar.....) Kamu kenapa apus, lagi kesel sama Soy ie?
S: *Geleng-geleng*
C: Iseng?
S: *Nodding*
C: Berapa kali Soy ie bilang ke kamu ga boleh apus barang Soy ie?
S: A hundred times...
C: *Menghela nafas terpanjang selama hidup*

Abis itu I told her to get out of my room sembari bawa mainan-mainan dia (pas kejadian itu terjadi dia lagi asik main di kamar gue.)

I don't know lah, I guess gue jenuh dengan hal sepele ini. Dan karena gue rather a perfectionist, gue fed up aja kerjaan gue 'diotak-atik' mulu. Padahal gue udah bilang dengan tegas berkali-kali (dan dengan baik-baik juga) kalau papan tulis ini bukan mainan, melainkan kerjaan gue yang ga boleh dia apus sembarangan. Sisanya dia kalo ngerecok di kamar gue juga gue biarin lah.

Sumpah kayaknya gue sableng ya untuk become this upset over anak umur 6 tahun. Tapi gue empet banget dan gue ga nepsong deh untuk ngomong sama doi let alone jemput-jemput dia besok di sekolah. Biasanya kalo gue kesel sama dia gue akan curhat right away ke nyokapnya, but this time I didn't do it. Gue upset and upset and upset. Saking upset dan jenuhnya gue sampe gamau bahas ini, gue cuma pengen ga usah direcokin dia aja dulu. Just leave me alone titik.

Gue wondering apa ntar kalo udah jadi orang tua and then gue sorta fail to teach my future kids something, apakah rasanya akan begini? Atau mungkin gue lagi PMS, I don't know.

Now the good news:

I'm going to Singapore for a quick getaway next month! Yes yes!

11 May 2016

The caption says it all.



Ps: I left home at 10:15 in the morning and reached home at 18:15. It's been a long and irritating day but he truly made it better. Thank you F.

Pss: pretty like the new, sleek, and modern Instagram layout (not (yet) a big fan of its new logo thou..)

10 May 2016

Surabaya Malang, 3-10 May 2016

Duhhhh sori banget menghilang tanpa pamit disini, sumprit gue lupa hahaha. I went to Surabaya - Malang - Batu dari tanggal 3 - 10 May; that explains kenapa blog ini tetiba terbengkalai. Anyway there are so many things I wanna share about this trip tapi sumpah I'm so sleepy right now. Seharian ga istirahat sama sekali karena catch up on work yang tertinggal selama seminggu ini. For now gue randomly upload few pics dulu aja ya, photo's caption, stories, and video coming soon (revisit aja pagenya besok-besok kali-kali udah ada update haha) ^.~

Update 14 May 2016: videonya udah diupload ya di paling bawah! xD So sorry gue kekurangan footage banget di hari-hari terakhir termasuk pas ke pantai dan rafting (padahal dua itu sorta highlight dari tripnya tuh), abis terlalu asik jalan dan sering rempong kalo harus pegang kamera untuk ngerecord. Anyway banyak banget detail yang pengen gue ceritain tapi akhirnya ga masuk di video, abis doing voiceover gitu apparently susah susanti banget!! Hahaha gue retake-retake mulu karena ga bisa cocokin length video sama suara gue. Terus gue realize kalo suara rekamannya ga jernih karena suara kipas laptop gue kenceng banget, tapi muales banget ulang lagi ah :( jadi yasud deh. Terus background musicnya aga loud juga ya kayaknya.... Pret. Yah pokoke ini kinda pertama kalinya buat video sepanjang itu plus karena kurang footage jadinya kaga niat-niat amat. Tapi semoga tetep bisa jadi kenang-kenangan di masa mendatang ya : >






12 years a slave. Lol.










































PS: I FREAKIN' LOVE THIS TRIP. Definitely one of the besttttt trip ever.

Page views.