23 May 2016

Keenan, Raisa, dan seorang kurcaci lebar.



Yup berasa kayak kurcaci lebar indeed gue berdiri samping doi. Hahaha. Sumprit orangnya kurus (I mean liat aja mukanya) dan tinggi semampai gitu. Anyway gue ketemu doi di Dialogue Kemang 22 May lalu. Jadi ceritanya disana ada pameran graphic design dan bazaar gitu, and I was browsing around the craft bazaar when suddenly bf hold my shoulder from the back and whispered very seriously, "Uc biasa aja dan jangan langsung ngeliat ya. Di depan kamu ada idola kamu." Terus doi muter badan gue pelan-pelan untuk menghadap Raisa.

And then I saw her there, menghadap samping, rambut dicepol, lagi ngobrol sama 1-2 orang. Sumpah gue langsung sesek napas lol. Norak abuissss yueeeeeee. Sumprit she's the only Indonesian artist yang pernah gue follow Instagramnya (meski kemarin itu udah gue unfoll juga sih hahaha), tapi paling ngga that means I was once interested in her. Abisnya cakep sih :3 Untuk suaranya sendiri sih gue ga gitu demen tipenya, gue lebih suka yang powerful kayak Adele, tapi I really like her face + smile, cakep ayu aja gitu.

Anyway emang dasar gue anak kampung Utara main ke Selatan, gue shock dengan tidak-hebohnya orang-orang lain di tempat itu selain gue. Gue kayak cacing kepanasan maju mundur stop untuk ngeliat dia and decide gimana dan kapan baiknya untuk kesana minta foto. Geblek kan. Gue sampe jalan ke tempat yang jauh di ujung untuk susun strategi dan stalk dia dari jarak jauh. Sekali lagi, lebaaaayyyy yueeeeeee. Pengen tabok diri sendiri rasanya sambil tereak, "Norak luuuuu cewe Cenes!!" Bahahaha mendadak rasis. Bercandus yuee.

Anyway tetiba doi dan lakinya si Keenan jalan ke arah gue (!!!) untuk jajan makanan! Langsunglah kaga pake mikir gue samperin doi dari belakang and called her name, "Raisa.. boleh foto bareng ga?" (Sumpah if only you guys knew body language gue pas manggil dia, bf made fun of me a lot of times that day, calling me very norak and everything....)

Nah and then things got interesting after this. Immediately setelah denger gue manggil, dia nengok beberapa derajat ke arah gue, terus jawab, "Boleh, bentar ya" sembari menghadap depan lagi. I really don't think she managed to actually see my face, karena dia ngejawab sembari setengah nengok. Terus she kinda kept me waiting sembari doi menunggu makanan dia yang pada saat itu belum ready juga a.k.a lagi disiapin. I won't lie, it was pretty awkward waiting for her like that, padahal menurut gue there's plenty of time untuk snap the pic and then after that dia bisa lanjut nungguin makanan dia. But no worries, gue pun berbincang sedikit sama sang pacar sembari mengisi ke-awkward-an dipunggungin Raisa yang lagi sibuk ngeliatin makanan doi yang lagi disiapin itu (ps: di sebelah dia berdiri si Keenan, yang juga diem aja munggungin kita sembari melototin makanan yang belum siap tersebut, ha.)

Terus abis itu doi picked up her food, menghadap gue tanpa berbicara apa-apa, pose sembari megang makanan dia, click-click the picture's taken, and afterwards I said, "Thank you ya." and she said "Oke" sembari langsunggggg balik badan and left. Gue bahkan ga sempet untuk menghadap dia face to face, I swear. Dari posisi masih berdiri samping-sampingan, doi langsung oke-in gue dan balik badan. And she definitely didn't see my face either.

At that point otak gue masih belum selese loading dari kegemeteran kaki gue dan ke-excited-an gue dapet foto bareng sama dia. Only after I talked to bf the reality kicked in. Immediately after that, while I checked on the photo, I asked bf if he wants to take it as well with her and he said no. Buat kalian yang kenal deket sama sang pacar, kalian pasti tau betapa saint-nya dia, and that he's such a positive, kind, patient and loving guy, but that time he said to me as we walked away from Raisa and Keenan, about how cocky and unfriendly she was to me - to us.

And yea, ga bisa dipungkiri I kinda feel it as well sejak saat pertama dia menjawab ajakan gue untuk foto. She could've said more things to me, or at least look at my face before we part ways. Apapun itu, gesture dan body language seseorang yang ramah dan tidak itu kontras dan sangat mudah dibedakan. She wasn't being nice that day.

I don't dislike her whatsoever now, karena I don't really love her that much as well in the first place, tapi it's a good thing to know. Sang pacar bilang kalo dia memang pernah denger dari salah satu relatif dia yang pernah ketemu sama Raisa, bahwa doi sebenernya sombong in real life. Ya mungkin that day dia lagi bete, atau cape, or what I don't know. Padahal ga banyak juga loh yang ngajak foto, I mean everyone's very cool that day, selama gue ngobserve dia dari jauh, ga ada tuh pengunjung lain yang nyamperin (apa mungkin ga berani ya gatau deh.) Gue sampe wondering apa anak Jaksel itu se-cool itu ya? Haha sang pacar bilang mungkin mereka udah biasa kali liat artis, kaga kayak kita-kita yang tinggal di Utara.

Nah barusan pas lagi browsing gue iseng-iseng baca forum soal Raisa and oh well there are a lot of people yang memang bersaksi kalau doi somse dan suka ngambek + nangis kalo permintaannya kaga diturutin.... O.o" (kesaksiannya banyakan dari kru media / advertising / eo yang pernah kerja bareng doi) ... tapi gue ga akan post disini lah ya linknya. I don't write this to purposely jelek-jelekin dia, just want to share my own experience (plus you can always Google yourself, ada di detik forum hahahahahaha kampret dikasih tau juga nama forumnya). Haha gue sampe spent 1 hour++ bacain gosip di forum tersebut yang kaga abis-abis...

Stilllll lumayan unyu lah bisa foto sama doi buat kenang-kenangan nyehehe :3

No comments:

Post a Comment

Page views.