03 November 2016

Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh.

Disgusted by recent news tentang demo 4 November besok. Jijik melihat orang-orang yang merasa berkuasa dan ditakuti sibuk konferensi pers, teriak sana sini, berusaha mencuci otak dan memprovokasi perpecahan. Padahal kita yang hidup di masyarakat adem ayem akur satu sama lain. Tapi melalui unfortunate things seperti ini kita diberi kesempatan untuk melihat jelas-jelas, mana orang-orang yang akal sehat dan budinya berjalan dengan baik, dan mana yang sebenarnya haus akan ribut-ribut dan kekerasan.

Teman-teman, musuh kita bukan mereka yang keturuan Tionghoa, bukan mereka yang berbahasa Mandarin, bukan mereka yang datang dari tanah Cina, bukan mereka yang agamanya non Muslim, melainkan orang-orang seperti yang di tv itu; orang-orang yang berteriak-teriak di kuping masyarakat, menghasut kita untuk membedakan kamu dari saya, saya dari kamu.

Musuh kita itu mereka yang duduk di parlemen, menghisap uang kita semua - Chinese dan non Chinese, Muslim dan non Muslim - hingga raib entah kemana. Yang sangat haus akan kekuasaan dan power sampai-sampai segala cara seperti fitnah dan kerusuhan dihalalkan dan dijalankan. Musuh kita itu yang tidak tahu malu berkoar-koar sibuk mengutip agama, tapi pada praktik hidupnya memfitnah dan menajiskan sesama manusia. They're our real enemies.

Mari kita buka tv, baca berita, simak radio; mari hafalkan baik-baik muka musuh-musuh kita: mereka tampil dengan wujud berbeda-beda, ada yang berbaju putih semua, ada yang berkemeja warna-warni, ada yang lengkap menggunakan jas dan dasi.

Sodara yang baik tidak akan sibuk mencela, menunjuk jari dan menuding.
Mereka yang melakukannya adalah musuh dalam selimut, duri dalam daging.


No comments:

Post a Comment

Page views.