28 November 2016

Tidak sempurna, tapi ini satu-satunya.



Aduh sedih bukan main nontonnya. Sedih di negara ini, orang baik tidak cukup minta maaf sekali dua kali tiga kali. Sedih, orang baik yang sudah mengaku salah (meski belum tentu salah in the first place) masih dihujat-hujat ingin dipenjarakan. Sementara itu tukang fitnah yang sebenarnya dibiarkan bebas (baca: si tong kosong Buni Yaninya).

Sedih lihat orang-orang Indonesia masih banyak yang sok hebat, sok ngerti, sok lebih bijaksana, sok pantas mengadili sesama. Padahal bukankah Tuhan kita semua, entah apapun agamanya, mengajarkan kita untuk saling mengasihi dan memaafkan?

Yang membuat kita lebih hebat dari orang lain itu bukan kepada siapa kita berdoa, bukan agama apa yang tertulis di KTP kita, bukan kitab suci apa yang kita baca setiap hari; melainkan budi pekerti kita, sikap kita terhadap sesama, dan cara kita hidup di masyarakat.

Mari berkaca baik-baik, kita semua ini pernah salah dan sering kali penuh cela; sebelum kita sesuci, sebaik, dan semurni Tuhan kita masing-masing, mari berhenti menghujat dan menghakimi orang lain.

"Indonesia ialah tubuh kita
jika satu terluka
berdarah pada semua
memang tidak ada bangsa
yang sempurna
tapi inilah satu-satunya
tanah air kita" - catatan Najwa

</3

No comments:

Post a Comment

Page views.