09 June 2017

Wedding vendors.

Chaaaa! I'm back :3 gila newly-wed life has been..... tiring, in an amazing way! (Bukan tiring pas malem loh, ahem uhuk...) Hahaha. Gila tiap siang adaaaa aja kerjaan, gue sama sang suami ga pernah bangun siang karena 1. kamar kite panasss, neyjes, 2. kerjaan buanyak man, cuci baju lah, jemur lah, sapu pel gosok wc lah, prepare our own food terus cuci piring lah. Gila sehari gue bisa nyuci gatau berapa banyak. Ini tangan gue kalo dicium dari jarak deket baunya udah kayak bukan bau kulit manusia melainkan kayak kulit duyung. Kena aerrrr melulu.

Anyway sesuai judul post ini, I'll be reviewing all my wedding vendors super honestly. Semoga bisa membantu capeng-capeng lainnya yang lagi blogwalking demi secercah pencerahan duniawi :p

1. Dress - Le Createur PIK

Ok this one. Kalau kalian googling, review dia di Weddingku sangat jelek, and for that reason gue awalnya ragu mau ambil dia. Alasan jeleknya kenapa please head to Weddingku langsung ya. Singkat cerita gue dateng kesana around June 2016, coba beberapa dress, and found one that I like. Tapi karena meritan gue masih lama, gue keliling-keliling lagi lah. Sampe udah mepet banget gue ga nemu lagi yang gue lumayan demen, akhirnya gue ambil juga gaunnya sama doi. Sama seperti reviewer lainnya, I agree ownernya kurang responsive ketika dichat, bisa dibales beberapa hari kemudian, tapi karena gaun gue udah ga gitu ada problem significant (selain kesempitan), jadi experience gue sama dia smooth-smooth aja. 2 bulan sebelum gue merit gue dicall mbanya, disuruh ambil dress gue karena mereka mau ribet pindah kantor (lol kan). Jadilah itu dress udah nangkring di rumah gue dari sejak H-2 bulan, dan karena gue tau mereka orangnya susah dicari, gue males untuk arrange fitting lagi. So dengan carefully ya gue yang ngepasin badan ke tuh baju.

Terus gue minta veil yang polos dan dipinjemin, but apparently hari H menurut MUA dan hairstylist gue, veilnya itu kayak kain meteran yang super kegedean dan dipotong ga rapi. Mereka pun super swt sama bridal ini, gue sih nyantai aja hahaha. Akhirnya sama hairstylist gue digunting veilnya and I was like, "Yea whatever, do it kalo emang necessary." Minusnya sih harusnya hari H ada mbanya yang bantu pakein gown dan steam gown itu biar rapi, tapi mereka ga mau dateng gitu lol. Gue nyantai aja sih, gue suruh orang hotel yang ngesteam akhirnya. Gue pretty like the dress meski ga sampe buanget buanget, and for that I'm gonna give them a 8.5 out of 10 (kalo veilnya bener mungkin 9 nilainya).

Rating: 8.5 / 10

2. Photographer - Tobias Renaldi

Gosh this person. Lucu deh setiap kali gue membahas doi. Dia adalah fotografer pertama yang gue temuin buat urusan meritan, and I remember I told sang suami "I feel like we should just hire him. Gila gue ngerasa ngobrolnya klop banget sama dia! Ada chemistry aja gitu." Haha, ga pake lama kita ketemuan lagi dan akhirnya deal. After that usut punya usut, ternyata doi adalah fotografer yang motoin acara private ultah Ama gue ke-80 tahun 2012 lalu. Ha! Coincidence apa jodoh tuh haha. Gue sama dia sampe sama-sama kaget pas kita find out.

Anyway kalo gue pribadi gue ngerasa Tobias ini more than just a vendor, gue banyak sharing soal vendor lain ke dia (komplain juga ada), dia juga banyak kasih pendapat dia soal vendor ini dan itu and the way they treat me as client itu gimana. Seru deh. Hari H juga gue ga banyak di'ganggu' sama dia, meaning ga banyak diarahin and for that I am super thankful. Karena dari awal gue memang udah request + cerita sampe berbusa kalo gue gamau hari H foto banyak diarah-arahin kayak very staged, gue maunya yang natural aja.

His second shooter however, namanya Putra, slightly a bit terlalu ngarahin in my opinion. Memang tiap fotografer ada stylenya sendiri sih, but I wish Tobias ada kasih tau dia untuk tone it down a little bit. Karena kalo gue yang diarahin si gapapa, I can bear with it, tapi sang suami itu sepanjang shoot sering dikritik 'terlalu kaku' HAHAHA and damn he was indeed. Jadi ada beberapa moment ketika gue lagi hadep-hadepan ama dia dan si Putra suruh dia ono ini, he turned into very awkward dan malah ga natural posisi tangan dan mimik mukanya; karena gue tau sang suami itu ga bisa multitasking, jadi ketika dia diperintah suruh tangannya kesana, bahunya kesini, sembari disuruh looking at me, posing, smiling, dll, dia ga bisa konsen dan ga bisa bener-bener enjoying that moment. Tapi hal ini sepele sih dan gue ga in any way sampe irritated, I am looking forward banget malah untuk liat hasil foto-foto mereka berdua.

Ok back to Tobias. Sorenya kita sempet ke rumah gue untuk foto-foto sebentar, dan meski saat itu langit udah mulai gelap dan ga memungkinkan, si Tobias tetep bela-belain coba beberapa metode supaya photoshootnya bisa berjalan. Malem harinya gue dikasih 100+ photos yang udah diedit biar bisa reliving the moments right away. Man, servisnya te o pe be ge te buat gue. I can't wait to see the rest of the pictures.

Saran gue ke capeng: carilah fotografer yang click dan nyambung like friends ke kalian, they're gonna play a really really important role on the big day, and you should be able to trust them and be comfortable around them fully. I think I am super lucky to have found Tobias.

Rating: 9.5 / 10

3. Videographer - Venema Pictures

Dari sekian banyak videographer di Indo, cuma Venema yang beberapa videonya caught my attention. Menurut gue mereka beda aja. But unfortunately gue ga bisa terlalu banyak komen right now karena gue belum liat hasil kerja mereka. I will give them an appropriate and fair rating once I have seen the preview (will come out in 1-2 weeks.) Tapi dari segi preparation, unlike Tobias (ya ga bermaksud compare juga karena memang beda: Venema kan lebih besar, Tobias perorangan, but I can't telp but to discuss their styles), Venema ini lebih sistemasis in a way that makes you feel like 'this wedding video thingy is a business' while with Tobias gue banyak ketemuan / chatting / ngobrol casual and get to know each other. Kalo Venema, kontek pertama kali sama X, urus jadwal sama Z, baru terakhir-terakhir (less than 2 weeks kalo gue ga salah), gue yang minta ketemuan sama shooternya yaitu Novi. Gue sampe bilang ke sang suami, "Gila si Venema kok ngga nyariin kita ya, nanya kek mau gimana videonya, ada konsep atau request ga?" That's something unfortunate sih menurut gue. Cuma ya suka-suka mereka lah yang penting hasilnya hopefully sebagus yang gue expect :3 hahaha.

Rating: Entar ye

4. Entertainment - Magna Vocens

Ini punya si Morin, kalo ada yang nyari choir gereja, look no more! Gue pake yang 4 orang 4 suara, hasilnya maknyossss! Hahaha. Di resepsi gue ga dengerin mereka sama sekali (karena sibuk ini itu), tapi di gereja suara mereka sih bagus banget and really built the mood. Sesuai suggestion Morin, gue ambil 4 orang biar lebih maksimal, and guys kalau kalian peduli banget sama perayaan yang di gereja, I would suggest the same to use 4 people.

Tapi pas resepsi ada mishap sedikit, jadi gue request ke mereka opening songnya mau dinyanyiin mereka, but my kepo W.O malah puter CD lagu (goblik kan, ngapain gue bayar entertainment kalo opening songnya pake CD, ga ngerti gue... udah gitu si W.O katanya telat pula muter lagunya, berak. More about this W.O later ya, panjang haha). Alhasil hari H gue langsung sadar ini lagunya telat and kinda geka deh momentnya (tapi si sang suami ora sadar tuh hahaha). Harusnya perwakilan dari Magna Vocens ngotot ke W.O untuk do things their way instead of nurutin aja perkataan W.O, karena gue dan sang suami kan komunikasiin request-request kita ke pihak MV, mereka yang harusnya represent gue that moment. Gue lumayan gedeg sih soal hal ini, tapi since udah lewat juga ya it's fine. Meski gue ga denger suara mereka pas resepsi, I truly believed semua lagunya dinyanyikan dengan bagus. Top deh kualitas penyanyinya dijamin! (Bukan promosiin temen loh ya haha)

Rating: 8.5 / 10

5. MC - Om Leo (Magna Vocens)

Ini sekalian diurusin Morin. Bae super sih si Om Leo, kita ketemuan dulu, ngobrol ngalor ngidul, get to know each other, gue cerita sedikit juga soal gue dan sang suami, so yea I don't really have anything to say except it all went well. Thank you MV & Om Leo!

Rating: 8.5 / 10

6. Catering - Mutiara Garuda

Duh duh mba Hanna ini top 3 vendors kesayangan gue pokoknya. Orangnya ruamaaah buanget, sabar buanget, helpful buanget. Gue test food sampe 3x coba ya.. Hahaha. Hari H pas resepsi gue sempet makan dikit karena kelaperan, duduk di tengah-tengah guest lainnya, sakti ga tuh coba. Hahaha. Tapi karena hari itu cape, gue ga nafsu makan, jadi cuma makan untuk nahan laper aja. Di lidah gue sih aga asin ya makanannya, tapi according to keluarga gue dan keluarga sang suami, overall oke dan banyak yang bilang enak. So yeah gitu lah. Yang gue bener-bener suka pas test food dan hari H adalah: lidah lado ijo (juara ini!!!) dan balinese grilled chicken. Sate lilitnya doesn't suit my taste unfortunately, dan yang lainnya gue ga sempet makan :(

According to my friends who LOVE to eat: lidah lado juara, empal gentong enak abis, balinese chicken sadis (hahahahahah ini pemilihan kata-katanya dari gue makanya lebay.) Ya intinya menu-menu tersebut yang menonjol lah ya.

Rating: 8.5 / 10

7. Decoration - Maeera Decoration

This gue a bit bittersweet. Jadi request warna flowers gue yakni 'majority putih dan hijau, dengan sedikit sentuhan peach' eventually ga diturutin. I believe mba Galuh (ownernya) pasti punya her own reasons, cuma I was still disappointed karena rangkaian bunganya gue ga suka. Oh ya semua komplainan di blog ini ga ada yang gue sampein ke vendor yang bersangkutan (kecuali MV) karena toh acaranya udah selese, I am merely typing this to help other people aja yang kebetulan lagi cari inspirasi, karena gue dulu pun begitu, blogwalking ampe bego. Hahaha.

Terus hiasan meja VIP juga ga sesuai sama yang udah gue discuss sama dia, mungkin miskom, mungkin she thinks it's ok to do it her own way, tapi buat gue terlalu plain, way too plain. Jadi meja VIP itu gede, warna coklat, udah rustic dengan sendirinya, gue minta simple aja, cuma dikasih table runner di tengah dan di atas runner itu ada daun dan rangkaian bunga, boleh dikasih hiasan kayu atau apa kalau ada. Request gue udah jelas, disertai dengan gambar dari internet dan penjelasan, dia udah oke so I thought she knew, tapi ternyata keluarnya beda. Hari H cuma ada runner tok warna coklat kayak karung goni gitu (runnernya sih lucu dan cocok dengan temanya) dan 2 pcs (kalo ga salah) coaster kayu yang di atasnya ada rangkaian bunga. Meja itu persegi panjang, dan sisa space lainnya kosong, ga hidup, ga ada warna ijonya sama sekali. Ini aga a big turn off sih.. Gue bener-bener expect more dari Maeera tentang hiasan meja. Even sang suami aja yang orangnya ga banyak komen bisa bilang pas hari H kalau mejanya kosong banget. Ngoaaaa :'(

And then sebelum deal sama dia kan gue emang udah browsing her instagram page, udah tau stylenya gimana, gue bilang ke dia untuk backdrop gue mau yang kayu-kayu kayak gini (gue tunjukin contoh dari recent works dia), but I was surprised begitu gue liat format panggung gue yang plek sama persis dengan kerjaan dia yang lain. Kayak totally mirip banget aja gitu dan ga ada yang special dong jadinya for each bride and groom? Terlebih lagi rangkaian bunganya warnanya rame banget ada pink, ungu, blablabla, padahal gue requestnya apa. Mungkin bagi dia permintaan gue juga kurang bagus sih I don't know, ya namanya orang art, hahaha tiap orang punya selera kekeuh masing-masing kali ye.

Tapi on the brighter side, gue denger dari vendor kue kalau mba Galuh ada bantu nyumbang fresh flowers untuk dihias ke bunga karena vendor bunga gue apparently didn't provide decent flowers for the cake (according to vendor bunga gue). Hahaha nah loh pusing ga bacanya. For doing that I am grateful karena mba Galuh mau bantu vendor lain di hari H demi lancarnya acara keseluruhan.

Terus hiasan foto juga hari H berubah tempat. The only gallery that I have ended up di gantung bermeter-meter tingginya dan ga mungkin bisa dilihat orang. Cuma soal ini kata sang suami kayaknya ada larangan dari pihak gereja, dan Maeera ga sempet confirm sebelumnya jadi hari H mereka baru tau kalau ini itu ga boleh, so they had to change plans.

The best thing about her work yang gue bener-bener demen dan sesuai dengan taste gue adalah gate flower di depan tangga yang warnanya cuma putih dan ijo. Thank God itu disesuaikan dengan request gue.. hahahaha. Untuk foto-foto sori ga gue upload disini ya karena belum ready, ntar di post berikutnya pasti gue upload.

Tapi oh tapiiii, menurut nyokap sang suami, om & tante sang suami sih pada bilang bagus (ya secara orang Cenes jaman dulu mah jarang liat decor rustic begini, gimana kaga bagus dalam ati gue hahahaha.) Dari kel gue dan temen-temen ga ada yang komen satupun, hahaha gatau apa mereka emang simply cool aja or not really paying that much attention.

Rating: 6.5 / 10

8. Hand bouquet - Flora Cordis

Ownernya namanya Jessica, she's one sweet kid. Bener-bener kalem, manis, sopan, you name it. Sangat mendengarkan mau gue apa and selalu berusaha sebaik mungkin memenuhi keinginan gue. I really love her work on my floral headpiece. Unyu banget! The hand bouquet however, cakep sihhh, tapi too bad pas hari H itu masih kempes kuncup semua :( aduh sedihnya. H+1 abis gue merit baru pada ngebloom and peony nya anjir bagus banget. Awhh too bad banget. Gue udah sampein ke Jessica juga soal hal ini.

Terus another unfortunate things, seperti yang udah gue bahas di atas, menurut vendor kue gue, bunga yang dia terima dari FC yang akan digunakan untuk ngehias wedding cake itu datang dengan keadaan dibungkus plastik ga jelas, jadi udah pada layu lemes dan jelek. Gue ga tau ini packaging dari FC atau kesalahan W.O sebagai perantara (probably the latter, but I didn't ask.)

Rating: 7 / 10

9. Wedding cake - Lomunar

Ini punya temen gue juga si Monic. Dari segi rasa jangan ditanya, dijamin oke! Haha gue minta simple wedding cake terus dihias bunga. Monic dengan baiknya minta mba Galuh dari decor untuk provide her a fresh batch of flowers buat hiasan di cake karena dia gamau cake gue jelek (baca cerita di no. 8 ya). Thanks so much Mon. She didn't have to do it tapi dia memperjuangkan itu supaya gue dapet yang terbaik dari yang terbaik <3

Oh ya she has been making cakes dari jaman kuliah dulu, dan cake dia beneran truly enak. Googling aja ya Lomunar for more info.

Rating: 9.5 / 10

10. Make up Artist - Stephanie Elysia

Ok so being a very last minute bride-to-be, gue pun baru mulai kontekin, DP-in, and deal-in vendor kurleb H-2 bulan (except Tobias, udah dari berbulan-bulan sebelumnya). Nah the moment gue kontek Melia (meliyabi ig nya - temen tarq dulu sekelas sang suami), dia udah taken. Jadilah gue suruh dia rekomen MUA ke gue and she mentioned Fany. Boom, langsung deal ga pake cari lagi. Hahaha enak ya jadi bride-to-be kayak gue wkwk.

Si Fany awal-awal dichat bisa bales setiap 2-3 hari sekali haha. Gue ga pernah panikan atau nguber, santai aja, cuma a bit kuatir apa dia akan on time on D day. Turns out she's very on time. Anaknya manis, bae, mau bantu gue ini itu sebisa dia, dan nyokapnya juga super helpful! (Nyokapnya ini yang nemenin dia kemana-mana.) Soal make up honestly gue ga ada preference kecuali alis. Gue ga suka yang tajem ampe kayak bisa dijadiin pedang buat nusuk orang. In my opinion, alis should be like.. ya alis.. aga berantakan dikit. Tapi teteup dibuat rapi sih haha cuma sama Fany di-adjust supaya ga sampe tajem banget sikunya. Kalo soal yang lainnya sih jujur gue apa aja oke, I couldn't even differentiate juga make up model A vs model B, tipe bridal make up di Indo almost the same semua menurut gue. Cuma kata sang suami make up gue hari H dia suka sih, katanya mata gue bagus kayak dolly dolly gitu lol, which surprised me soalnya dia bukan tipe yang suka komen hal begituan.

Rating: 9 / 10

11. Make up Artist mothers - Anastasia Jeanice

12. Make up Artists bridesmaids & sister - Yenny Yang

Aduh soal MUA MUA jujur gue aga no komen hahaha. Di mata gue oke-oke aja semua. Pardon ya xD karena gue ga gitu interaksi sama mereka, I won't give them any rating. Soalnya takut judgement gue ga bisa dipercaya gitu. Kata temen gue sih bagus-bagus aja so yea overall should be ok kok semuanya.

13. Bridesmaid dresses - Sisterhoodlife

Ya oke lah so so, model begini kayaknya emang lagi banyak ya. Aga kepanjangan sedikit menurut bridesmaid gue, tapi bahannya oke. Ini juga ga gue kasih rating lah ya since gue ga nyobain make lol.

14. Invitation & Souvenir - Peekmybook & Rumacoffee!

Hahaha lucu deh idenya sang suami, suvenir kita body scrub gitu. Yang interested please head to peekmybook.com for stationery and rumacoffee.com for coffee scrubs! <3

Rating: 10.000 / 10.000 :p

15. Wedding Organizer - Fedora W.O

*Tarik napas...* *Buang...*
Ok where do I begin.

CP nya namanya Yudi, so I will mainly talk about him. Pake point aja ya biar lengkap dan maknyus bahasnya:

1. Pertama kali ketemu presentasinya meyakinkan, orangnya keliatan serius and get the jobs done. Unfortunately, beneran serius banget, sampe kelewat serius malah. Jadi draft rundown pertama yang kita discuss, matrimony jam 10-12, resepsi mulai jam 1. In between catatan sipil dan tepai dulu. Tapi karena satu dan lain hal, akhirnya jam resepsi kita majuin ke jam 12 dengan pertimbangan in real life entar guest akan nunggu max sampe setengah 1, which is still ok, jam 1 teng bisa mulai makan. Karena kalo resepsi gue tulis mulai jam 1 di invitation itu guest akan kelamaan nunggu dan malah jadi garing. Pas di chat doi oke oke aja, nah tapi begitu hari H techmeet sama semua vendor, tiba-tiba dia kaget denger gue mau majuin jam resepsi, dia bilang jamnya jadi mepet kalau begitu, lalu mempertanyakan gue di depan semua vendor dengan pertanyaan ini "Ini ga ada waktu makan. Kasian crew yang lain, mereka ga akan sempet makan siang. Dan kalau ga makan kerja mereka biasa ga akan konsen loh kerjanya. Gimana?" Gue and sang suami sampe cengo ga bisa berkata apa-apa.. saking kagetnya seolah-olah semua kesalahan diblame ke kita, bukannya diskusi gimana enaknya, dia malah lempar pertanyaan begitu ke gue. Tobias sampe ngebela gue dengan bilang "gapapa soal makan kita sudah biasa." Setelah selese techmeet salah satu vendor sampe bilang ke gue kalo yang dia omongin ke gue itu ga etis dibahas di depan vendor lain. Exactly. Enek banget. Dia masih keep questioning gue sampe gue bilang di depan semua vendor, "Ya jam di undangan udah terlanjur seperti ini Yud, kita harus kerja sama do our best untuk make it work." Malah gue yang harus ngingetin dia tentang team work coba!

2. Pas techmeet the way dia ngebuka meeting juga super duper kaku. Suasananya sampe ga enak dan doi sempet terlibat debat aga alot sama vendor lain, gue sampe krik-krik banget gatau harus gimana. Jadinya gue sama sang suami diem aja deh sampe mereka selese debat haha. Emang pembawaan dan cara komunikasi dia kurang enak sih.

3. Case ketiga, di rundown awal bride bangun jam 3 pagi, make up ampe jam 6, lalu prosesi di hotel sampe jam 9. Jam 9 jalan ke gereja untuk matrimony jam 10. Nah around 2 weeks before hari H, gue ketemu MUA gue and gue tanya ke dia dengan rundown demikian bisa ga kalo gue bangun jam 4 aja. MUA ok, Tobias sebagai fotografer juga ok, kalo ada enough waktu kita bisa beauty shoot, kalo ga ada bisa foto di gereja aja, jadi no problem. Tapi begitu gue bilang ke Yudi gue mau mundurin jam bangun supaya bisa tidur lebih lama, dia langsung chat gue panjang lebar nanya, "Yang kalian permasalahin dari rundown awal tuh apa?" Dia chat mengutarakan betapa seolah-olah plan dia in the first place adalah yang the best yakni bangun jam 3 dengan plenty of time cadangan untuk ngaret, makan, foto. Pendapat dan keinginan gue and sang suami didisregard. Sang suami akhirnya balas dengan panjang menjelaskan baik-baik kalau bride and groom ingin istirahat yang cukup karena acara kita dari pagi - malam (setelah resepsi selese kita masih ada acara foto dengan fotografer di lokasi lain.) Hadeh. At that point gue udah ga mau bales chat dia lagi sama sekali.. Haha konyol aja sih menurut gue hal beginian aja pake drama chatnya. I mean harusnya dia bisa ngerti dong kalo gue sama sang suami perlu istirahat lebih aja and that's our request. Respect it and help us make it work. Kalaupun menurut dia ada masalah (menurut dia loh ya, belum tentu masalahnya beneran ada) ya bisa didiskusiin baik-baik bukannya ngechat dengan kata-kata ga enak begitu.

Fyi akhirnya hari H kita mulai jam 4 and everything works beautifully! Resepsi juga mulai 12:30 teng, everything just nice deh seperti yang udah gue bayangin. Si Yudi ribut-ribut takut mepet, hari H juga gue ended up ngebuang 15 menit nunggu di lobby hotel karena dia salah kira mobil pengantin lain sebagai mobil gue. Even thou like that masih keburu toh? Jadi komplainan dia di awal pas gue mau mundurin jam make up itu simply ga berbasis dan nyebelin aja.

4. Hari H juga doi ribut sama Monic. Memang gue belum denger versi Yudi gimana, tapi sumpah banyak banget vendor yang komplain about doi. Jadi yah gue believe lah dia memang bermasalah hahaha. Gue sampe ga enak sama semua orang yang komplain, I can only say, "Emang gitu orangnya." Hahaha.

5. Pas meeting sama dia beberapa minggu sebelum hari H, gue bilang ke dia nci gue request foto dengan bride & groom dan mertuanya setelah misa matrimony karena mertuanya bakalan keluar kota dan ga bisa ikut resepsi, instead of noting my request, dia malah jawab "Kalau keburu ya." Gue bilang "Ini saya request Yud.. jangan kalau keburu.." baru dia dengan serius ketik di rundown dan nambahin catatan request tersebut. What the.

6. Mishap soal CD lagu diputer di opening resepsi juga ngeselin.

7. Hari H juga menurut fotografer gue dia aga ngeburu-buruin orang terus, padahal ada satu moment gue sama sang suami lagi nangis terharu pas pertama kali banget ketemu dan saling liat-liatan. Gue ga sadar sih si Yudi ngeburu-buruin, tapi Tobias bilang dia kasih cue suruh cepetan move forward gitu. Pret.

8. Pas meeting sama sang suami, dia berkali-kali suka ngomong gini, "Bener ya ini gapapa ya? Soalnya biasa keluarga komplain. Nanti komplainnya ke saya" dan kalimat-kalimat sejenis itu pas ngebahas soal rundown. At one point gue akhirnya ga tahan dan gue bilang, "Ya Yud kalau pun ada keluarga yang komplain ya no hard feeling aja. Namanya juga banyak ibu-ibu dan bapak-bapak Chinese." Dia langsung cengengesan ngomong, "Ohh nggaaa, kita mah biasa ditegur. Ga akan hard feeling." Tapi kerjaannya ngoceh begitu mulu ke gue, lah cemana?

Long story ga bisa short, W.O ini ga banget. Sampe terakhir selese resepsi gue udah ga ngobrol apa-apa lagi, cuma say thank you and bye-bye bubar. Gue malesssss untuk bahas semua komplainan ini, karena toh buat apa, udah selese juga acaranya, plus orangnya keliatan banget keras kepala dan ga suka terima suggestion / advice orang lain. Well Fedora if any of you read this, so sorry but I am normally this honest.

But seriously, pada saat preparation gue sama sang suami udah cukup banyak kepusingan, we don't need other people to add more stress to us. Yang harusnya bantu malah nyecer dengan bahasa ga enak. Pret banget, ga habis pikir gue. Tapi overall hari H gue smooth banget sih ga ada kesalahan yang sampe parah banget.

Rating: 3 / 10

-----

Ok that's it! Kalo ada update tar gue tambahin lagi ya. Semoga membantu guys <3 Kalo ada capeng yang mampir, selamat preparing semoga lancar jaya sampai hari H dan juga setelah lewat hari H :)

Ps: GILA AWKWARD BANGET KETIK 'SANG SUAMI' HAHAHA. Bertahun-tahun referring to him as sang pacar, sekarang harus cari panggilan baru and it's kinda killing me.

Pss: wedding photos gue belom ready ngoaaaaa :'( padahal pengen mengabadikannya di blog asap kalo bisa ga jauh-jauh dari tanggal 3. Oh well.. Besok gue pergi honeymoon sampe akhir June, die lah haha. Alright, see you all soooonnn! I'll be back in 3 weeks <3

1 comment:

  1. haha harusnya tulis Fedora Wedding Organizer cil, biar yg google itu lgs ketemu review ini. deuh ga nyangka yah gitu bgt orgnya. tp untungnya smua lancar kmrn itu pas hari H, ga ada yg ampe parah banget :D

    ReplyDelete

Page views.